
batampos –Penyelidikan kasus dugaan pembunuhan dan pembuangan bayi laki-laki yang ditemukan di dalam karung di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, memasuki perkembangan baru. Polisi mulai mengungkap dugaan motif yang melatarbelakangi tindakan ibu biologis korban, sementara keterlibatan ayah biologis bayi masih terus didalami.
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Gihon Lumban Raja, Jumat (3/7), mengatakan hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan bahwa tersangka nekat membuang bayinya karena merasa malu hamil sebelum menikah. Selain itu, tersangka diketahui tinggal seorang diri di Batam dan berupaya menyembunyikan kehamilannya agar tidak diketahui orang lain.
“Alasan sementara yang kami peroleh, tersangka merasa malu karena hamil sebelum menikah. Ia juga tinggal sendirian di Batam sehingga kehamilannya tidak ingin diketahui oleh orang lain,” kata Iptu Gihon.
Meski demikian, penyidik belum dapat memastikan apakah bayi tersebut lahir dalam keadaan hidup atau sudah meninggal. Kepastian mengenai kondisi bayi saat dilahirkan masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit yang menjadi bagian penting dalam proses pembuktian perkara.
Menurut Gihon, hasil pemeriksaan medis nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menyusun konstruksi hukum secara utuh, termasuk memastikan penyebab kematian bayi serta rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Selain mendalami keterangan ibu biologis korban, penyidik juga terus mengembangkan penyelidikan terkait peran ayah biologis bayi. Hingga kini, status hukum pria tersebut belum berubah dan polisi masih mengumpulkan alat bukti untuk mengetahui ada atau tidaknya keterlibatan dalam perkara tersebut.
Polisi menegaskan proses penyidikan dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan alat bukti dan hasil pemeriksaan ilmiah. Karena itu, penyidik belum mengambil kesimpulan terkait kemungkinan adanya tersangka lain sebelum seluruh fakta terungkap.
Kasus ini bermula dari penemuan jasad bayi laki-laki di dalam sebuah karung beras di selokan Jalan Yos Sudarso, Lubuk Baja, pada Minggu (28/6). Sejak saat itu, Polsek Lubuk Baja bersama Satreskrim Polresta Barelang terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara tuntas motif, penyebab kematian bayi, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.(*)

