
batampos – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat ke-25 pada 9 September mendatang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Batam menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di Simpang Perumahan Yafindo, Kecamatan Sagulung, Jumat (10/7) pagi. Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk mengajak masyarakat membangun budaya menjaga kebersihan sekaligus mendukung upaya penanganan persoalan sampah di Kota Batam.
Aksi yang diikuti sekitar 300 peserta itu melibatkan kader Partai Demokrat, PAC Demokrat Sagulung, masyarakat setempat, organisasi kepemudaan Pemuda Pancasila, hingga perwakilan Pemerintah Kota Batam. Mereka bergotong royong membersihkan tumpukan sampah, ilalang, serta saluran drainase agar aliran air kembali lancar dan lingkungan menjadi lebih sehat.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Batam, Sahat Parulian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melalui program Gerakan Asri yang mengusung semangat Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Menurutnya, gerakan itu juga sejalan dengan program bersih-bersih lingkungan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini adalah bukti konkret kami dari Partai Demokrat DPC Kota Batam melakukan gerakan bersih-bersih. Kami ingin Kota Batam, khususnya di Sagulung ini, bisa bersih dari sampah agar lingkungan kita sehat, nyaman, dan indah,” kata Sahat di sela kegiatan.
Ia menilai persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Demokrat ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dari rumah tangga dan lingkungan sekitar.
Sahat juga menyinggung upaya pembenahan sistem pengelolaan sampah di Batam yang saat ini tengah dibahas DPRD Kota Batam melalui perubahan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah ke depan perlu dilakukan secara lebih terstruktur, termasuk mendorong pembentukan bank sampah di kawasan permukiman agar sampah memiliki nilai ekonomi dan tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau, Remon, menjelaskan kegiatan bertajuk Gerakan Langit Biru tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Provinsi Kepulauan Riau, aksi serupa akan berlangsung secara bergilir selama dua bulan ke depan di berbagai kabupaten dan kota, mulai dari Bintan, Tanjungpinang, Natuna, hingga Anambas sebelum kembali ditutup di Batam bertepatan dengan HUT Partai Demokrat.
Menurut Remon, lokasi Simpang Perumahan Yafindo dipilih karena terdapat saluran air yang dipenuhi sampah dan semak sehingga berpotensi menghambat aliran air. Dengan dukungan Satuan Laskar Langit Biru, pembersihan difokuskan pada kawasan tersebut sebagai upaya mencegah genangan sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. “Sampah ini menjadi keresahan kita bersama. Masyarakat tentu ingin hidup nyaman dan bebas dari sampah. Karena itu kita harus memulainya bersama-sama. Demokrat hadir untuk mengajak masyarakat hidup lebih asri,” ujarnya.(*)

