
batampos – Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Pelaksana Konstruksi Nasional (APPEKNAS) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Ketua Umum DPN APPEKNAS, Fandy Iood, mengatakan Rakernas tahun ini dipusatkan di Kampus Politeknik Inovasi Nusantara (POLTEVARA), yang dikenal sebagai kampus konstruksi swasta pertama di Indonesia. Kegiatan akan berlangsung di Gedung POLTEVARA, Monde City Tower M5, Pasir Putih, Batam.
Rakernas APPEKNAS 2026 mengusung tema “Terwujudnya Industri Konstruksi yang Andal, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Tinggi.”
Baca Juga: Pendapatan Batam Tembus Rp2 Triliun, Pajak Properti dan Pariwisata Jadi Penopang
Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, berdasarkan hasil rapat kerja harian DPN APPEKNAS di Jakarta.
Menurut Fandy, APPEKNAS terus beradaptasi dan berinovasi untuk memperkuat ekosistem industri konstruksi melalui peningkatan sertifikasi sumber daya manusia (SDM), transparansi tata kelola, serta penerapan teknologi ramah lingkungan guna mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN).
Rakernas juga akan membahas arah transformasi industri konstruksi nasional yang berfokus pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan, termasuk preservasi jalan, peningkatan konektivitas wilayah, ketahanan energi, dan penyediaan infrastruktur dasar.
Selain itu, APPEKNAS mendorong penguatan tata kelola melalui pengembangan bisnis, peningkatan sertifikasi badan usaha, efisiensi anggaran berbasis digitalisasi, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam aspek keberlanjutan, organisasi ini juga mendorong penerapan konsep smart and green construction yang mengedepankan manajemen risiko, efisiensi, dan produktivitas.
Baca Juga: Hari Pertama Jadi Siswa SMA, 480 Pelajar SMAN 1 Batam Dibekali Cara Hadapi Bullying dan Narkoba
APPEKNAS memproyeksikan nilai pasar konstruksi nasional akan terus meningkat seiring penguatan ekosistem industri. Organisasi tersebut juga terus mengakselerasi kompetensi tenaga kerja melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), pembaruan sertifikasi, serta kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas SDM konstruksi. (*)

