Sabtu, 4 April 2026

Abai Protkes, Tim Terpadu Panggil Dua Pengusaha di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Personel satpol PP memberikan surat peringatan kepada salah satu tempat usaha yang mengabaikan protkol kesehatan. Foto: Salim untuk batampos.co.id

batampos – Tim gabungan penegakan protokol kesehatan tingkat Kota Batam kembali turun turun menyasar tempat keramaian. Hasilnya dua pengusaha dipanggil karena abai terhadap aturan Protkes.

Berbagai pelanggaran ditemukan, mayoritas banyak tempat usaha yang beroperasi menyalahi jumlah kapasitas yang sudah ditentukan. Hampir semua tempat makan, penuh dengan kerumunan pengunjung.

Pelanggaran lain adalah tidak sedikit dari pengunjung yang abai untuk mengenakan masker. Tim langsung meminta pengunjung untuk mematuhi Protkes, karena kasus yang masih tinggi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam, Reza Khadafi mengatakan terdapat 100 personil yang diturunkan, Sabtu (5/2), dan menyasar empat kecamatan yang berada di zona merah, oranye, dan kuning. Empat kecamatan tersebut di antaranya Batamkota yang merupakan zona merah, Bengkong, dan Batuampar.

“Prioritas utama untuk disisir itu adalah zona merah dan oren. Jadi setelah turun memang banyak pelanggaran dari tingkat kepadatan pengunjung di tempat usaha. Kami sudah ingatkan dan diharapkan mereka patuh. Nanti kami akan turun kembali, kalau masih membandel akan kami tutup sesuai dengan edaran yang ada,” bebernya.

Peningkatan razia protkes ini juga akan dilakukan. Dalam satu pekan tim akan turun paling tidak tiga kali. Tim gabungan mendapatkan dukungan dan bantuan dari TNI/Polri, Kejaksaan, BPOM, serta Ditpam BP Batam, Dinas Kesehatan, dan lainnya.

Kegiatan ini akan ditingkatkan kembali, sampai jumlah kasus mengalami penurunan, dan Batam kembali ke zona hijau dengan zero kasus. Penyisiran akan dilakukan di pagi, sore, hingga malam.

“Kalau sore misalnya di pasar kaget, pagi juga bisa di pasar, dan tempat makan di malam harinya. Ini upaya tim gabungan dalam mengendalikan penyebaran Covid-19,” terangnya.

Reza menyebutkan razia Protkes ini ada yang makro dan mikro. Khusus untuk makro ini merupakan tim gabungan yang turun seperti tadi malam. Sedangkan mikro dibantu camat dan lurah dengan menyisir di lokasi masing- masing wilayah kerja.

“Ini akan diturunkan terus. Jadi saya berharapnya tidak ada lagi yang melanggar, dan tingkat kesadaran bisa terus ditumbuhkan,” harapnya.

Mantan camat Sagulung ini mengakui salah satu tempat yang sulit untuk dikendalikan adalah taman-taman terbuka. Hal ini karena tidak ad yang mengontrol aktivitas warga di sana.

“Jadi ini juga prioritas untuk diperhatikan. Karena itu butuh kesadaran sendiri, kalau abai tentu penyebaran bisa semakin meluas. Sejauh ini belum ada larangan atau penutupan fasilitas umum, jadi kami berharap betul kesadaran masyarakat yang rendah untuk ditingkatkan,” bebernya. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE