
batampos – Pelaksanaan PPDB termin kedua untuk siswa yang tidak lolos PPDB reguler beberapa waktu lalu telah usai. Ribuan siswa kembali ditampung sekolah negeri. Penambahan siswa baru tentu berdampak dengan daya tampung sekolah. Jumlah ideal siswa per lokal diabaikan demi tetap mengakomodir semua siswa yang dekat dengan lingkungan sekolah.
Daya tampung ideal yang seharusnya 36 hingga 40 siswa kini ditambah hingga 50-an siswa per lokal. Bahkan sebagian sekolah harus menerapkan sistem belajar sif.
“Banyak (penambahan siswa baru). Datanya pastinya nanti dikirim sama Dinas (pendidikan provinsi Kepri). Banyak juga sekolah yang pakai sistem sif,” ujar kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Cabang Batam Noor Muhammad, Senin (1/8).
SMAN 1 Batam misalkan menambah kurang lebih 300 siswa sekitar sekolah yang tidak lolos PPDB online. Sekolah inipun harus menambah kuota siswa per lokal sebab kekurangan lokal. Lima lokal sedang dalam kondisi rusak berat dan belum bisa digunakan. Begitu juga SMKN 5 Batam menambah sekitar 300 siswa lagi sehingga kuota per lokal juga ditambah.
“Itu sudah dipertimbangkan dengan baik oleh pihak sekolah ataupun Dinas. Kebutuhan masyarakat juga harus tetap kita akomodir. Kita akan tetap berupaya untuk atur supaya belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Noor.
Seperti diketahui, PPDB yang baru saja dilewati bermasalah dengan kuota daya tampung sekolah seperti tahun-tahun sebelumnya. Dinas Pendidikan Provinsi Kepri yang menaungi SMA dan SMK mengambil kebijakan penambahan siswa diluar kuota PPDB reguler.
Penambahan ini untuk mengakomodir desakan masyarakat sekitar yang menginginkan anaknya sekolah di sekolah negeri. Dinas Pendidikan kembali menyusun strategis agar kebutuhan masyarakat tersebut bisa terakomodir dan aktifitas belajar mengajar bisa berjalan dengan baik. (*)
Reporter : Eusebius Sara



