batampos – Angka prevalensi pecandu narkoba di Kepri, saat ini hanya 0,3 persen atau sekitar 3ribu orang. Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Henry Parlinggoman Simanjuntak mengatakan angka ini termasuk rendah, jika dibandingkan provinsi lainnya atau prevalensi di nasional.

“Nasional itu sekitar 1,9 persen. Jadi Kepri ini termasuk rendah, namun tidak boleh lengah,” kata Henry seusai kegiatan HUT BNN ke 20 di Gedung Lancang Kuning, Mapolda Kepri, Selasa (22/3/2022).
Ia mengatakan bahwa penanganan kasus narkoba di Kepri, tidak bisa hanya mengandalkan aparat semata. Semua pihak harus terlibat dalam pencegahan narkoba. “Kenapa Kepri ini kecil, karena provinsi kita ini hanya dijadikan batu loncatan. Narkoba masuk melalui Kepri, tapi untuk diedarkan ke wilayah lainnya di Indonesia,” tuturnya.
Ia mengatakan BNNP Kepri memiliki komitmen melakukan pencegahan peredaran narkoba tidak hanya di Kepri, tapi seluruh Indonesia. Kepri sebagai pintu masuk, sehingga perlu ada pencegahan peredaran narkoba ke daerah lainnya.
“Cara-cara peredaran narkoba masih menggunakan jalur tradisional,” ucapnya.
Bandara narkoba dari luar negeri, kata Henry menggunakan panjangnya garis pantai di Kepri. Sehingga, beberapa tempat di Kepri, bisa menjadi pintu masuk narkoba. “Dari Malaysia ke Bintan atau pulau-pulau kecil lainnya di Kepri. Provinsi Kepri ini hanya dijadikan batu loncatan saja,” ujarnya.
Henry berharap dengan HUT BNN ini menjadi momentum dalam melawan narkoba. Ia meminta setiap instansi pemerintah, tokoh masyarakat dan seluruh warga Kepri membantu dalam pencegahan peredaran narkoba. “Mari bersama-sama bersinergi melawan peredaran narkoba,” ungkapnya.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad sangat mendukung perlawanan terhadap narkoba. Ia mengatakan akan mendukung BNNP Kepri dalam perang melawan para bandar narkoba. “Narkoba ini termasuk kejahatan yang luar biasa dan Kepri sebagai pintu masuk, jadi benar-benar harus diwaspadai betul,” kata Ansar saat menghadiri acara HUT BNN.
Ansar mengakui sejauh ini bantuan terhadap BNNP Kepri, tidak dapat sepenuhnya diberikan. Namun, Pemerintah Provinsi Kepri akan memberikan dukungan untuk berbagai kegiatan edukasi yang dilaksanakan BNNP Kepri.
“Terutama dalam kegiatan preventif,” ujarnya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



