Senin, 13 April 2026

Ada Dugaan Pungli PPDB SMA, Ini Bantahan Kadisdik Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Orang Tua Siswa yang tidak lolos PPDB di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Batam mendatangi kantor Walikota Batam, Selasa (5/7). Kedatangan mereka untuk mengadu perihal anaknya yang tiidak diteriam disekolah tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Beredarnya informasi dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan orangtua calon siswa pasca ditutupnya penerimaan peserta didik baru (PPDB) dibantah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Andi Agung.

Ia mengatakan sampai saat ini tidak ada pungutan yang ditarik terkait PPDB siswa yang tidak lolos seleksi penerimaan siswa baru. PPDB berjalan dengan baik, dan mendapat pengawasan dari Tim Saber Pungli Polda Kepri.

Andi menegaskan PPDB itu gratis dan tidak ada pungutan kepada orangtua siswa, agar mendapatkan kursi di sekolah menengah atas manapun. Pihaknya bersama guru, komite, hingga panitia PPDB bahkan sudah mendapatkan pendampingan langsung dari tim Saber Pungli Polda Kepri jelang dibukanya PPDB beberapa waktu lalu.

“Tidak ada pungli. Saya bisa tegaskan itu. Sampai hari ini saya masih komunikasi dengan Tim Saber Pungli terkait informasi yang beredar ini,” ujarnya.

Andi mengimbau kepada orangtua calon siswa yang anaknya tidak lolos PPDB untuk tidak mempercayai oknum tertentu yang mengatasnamakan Disdik Kepri. Semua komite sekolah juga sudah diingatkan untuk tidak melakukan tindakan pungli ini.

“Informasinya ada oknum yang menjanjikan kursi dengan harga tertentu. Saya tantang sekarang orangtua yang merasa mendapat tawaran ini lapor saja kepada Saber Pungli. Karena ini sangat meresahkan dan menimbulkan berbagai persoalan bagi orangtua maupun sekolah,” tegasnya.

Mantan Sekretaris Disdik Batam ini mengungkapkan tidak ada laporan resmi yang diterima terkait informasi pungli ini. Pihaknya dengan tegas menyampaikan akan ada sanksi tegas bagi oknum yang terlibat, dan menjanjikan satu kursi dengan memungut biaya kepada calon orangtua siswa.

“Tidak ada pungli. Jangan mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kursi bagi siswa yang tidak lolos seleksi,” imbuhnya.

Ia menambahkan sampai saat ini masih mencari solusi terbaik, agar anak yang tidak tertampung mendapatkan sekolah, dan tetap bisa memenuhi hak pendidikan mereka.

“Beberapa waktu lalu saya juga sudah rapat juga dengan DPRD Provinsi membahas hal ini. Jadi saya mohon kepada orangtua untuk tidak terpancing atau tergiur dengan tawaran apa pun terkait PPDB,” ungkapnya. (*)

 

Reporter: YULITAVIA

UPDATE