Senin, 12 Januari 2026

Ada Sejumlah Sekolah Swasta di Batam Tolak Program MBG

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Distribusi MBG di Batam saat Ramadan. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus di Kota Batam. Beberapa sekolah swasta, terutama yang bertaraf internasional, memilih menolak program tersebut.

Ketua Koordinator Sub Penyelenggara Program Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, mengungkapkan penolakan itu dilakukan setelah adanya kesepakatan dengan orang tua murid. Mereka menilai kebutuhan gizi anak di sekolah tersebut sudah terpenuhi dengan standar yang sama.

“Memang ada beberapa sekolah swasta, khususnya bertaraf internasional, yang menolak ikut program MBG.,” ujar Defri, Kamis (2/10).

BACA JUGA: Orangtua Minta Evaluasi Total Program MBG Usai Kasus di SDN 016 Seilekop

Menurut Defri, program MBG di Batam menargetkan sekitar 300.200 anak dari jenjang pendidikan negeri maupun swasta. Namun, hingga saat ini, capaian baru sekitar 188 ribu anak atau sekitar 62 persen dari target.

Dari sisi penyelenggara, sudah ada 74 dapur yang memperoleh Surat Keputusan (SK), dengan 59 di antaranya aktif menyalurkan makanan bergizi. Jumlah ini diharapkan terus bertambah seiring berjalannya program.

Meski begitu, Defri tidak bisa memastikan jumlah pasti sekolah yang menolak program tersebut. Namun, mayoritas berasal dari sekolah bertaraf internasional yang sudah memiliki sistem pemenuhan gizi mandiri.

“Jumlah pastinya saya belum pegang. Tapi rata-rata sekolah internasional yang menolak. Kalau sekolah negeri dan sebagian besar swasta lokal tetap berjalan dengan program ini,” tambahnya.

Program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya memastikan seluruh anak di Indonesia, baik yang bersekolah di negeri maupun swasta, memperoleh makanan bergizi secara merata. (*)

Reporter: Yashinta

Update