Minggu, 15 Maret 2026

Agen Travel: Kami Harus Mati-Matian Meyakinkan Wisman Nyaman Datang ke Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Salah seorang wisatawan Singapura melambaikan tangan sebelum menaiki bus yang akan mengantarkannya ke resort dan hotel di kawasan Nonga Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Agen travel harus bekerja keras untuk mendatangkan dan meyakinkan wisatawan mancanegara (Wisman) agar mau berkunjung ke Kota Batam.

Pimpinan Josaphat Travel Batam, Ripka Sembiring, mengatakan, pihaknya bersyukur bisa mendatangkan 94 orang turis pada Sabtu (1545/2022).

“Kami mati-matian meyakinkan mereka (Wisman,red) datang ke Batam. Sebab, dari awal mereka tujuannya ke Melaka, tapi akhirnya bisa datang ke Batam,” katanya.

Ia menjelaskan, dari 94 orang turis tersebut 89 adalah pemegang paspor India dan 5 orang berpaspor Singapura. Pernyataan Ripka ini bukan tanpa alasan. Sebab, jika para turis ke Melaka tidak banyak syarat yang diwajibkan.

“Semudah datang ke Singapura. Ke Singapura tidak tidak perlu lagi pakai antigen, tak ada lagi beli asuransi,” ujarnya.

Sedangkan ke Batam, kata dia, berdasarkan aturan pemerintah pusat, masih menerapkan permintaan antigen serta pembelian asuransi. Sehingga, hal ini membuat para turis berpikir datang ke Batam.

“Antigen di Singapura itu 35 dollar, asuransi 35 dollar, belum lagi ada harga tiket yang masih lumayan mahal 80 dollar (yang dulunya hanya 35 dollar). Bagi pemegang paspor India, harus bayar Visa On Arrival sebesar Rp500 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, jika beberapa aturan dihapuskan, tentunya akan memudahkan para pelaku pariwisata.

“Jadi lebih enak menjualnya, uang yang harus dikeluarkan itu bisa dibelanjakan para turis selama di Batam,” katanya.

Selama di Batam, para wisman ini akan menginap di salah satu hotel di kawasan Lubuk Baja. Ripka mengaku sudah membuat jadwal lengkap, kegiatan para wisman selama di Batam.

“Kami akan kunjungi beberapa destinasi wisata, lalu juga ke Vihara Maitreya, Masjid Cheng Ho serta Kepri Coral. Untuk makan, saya bawa ke beberapa restoran seafood dan masakan padang. Sebelum saya lepas ke mall, saya juga anjurkan mereka untuk massage,” tutur Ripka.

Ripka berharap, dengan banyaknya tempat yang dikunjungi para wisman selama di Batam, dapat menggerakan perekonomian di sektor pariwisata.

Kata dia, 94 orang wisman ini, merupakan grup turis terbesar yang datang ke Batam sejak pandemi. Sebab sejauh ini, beberapa travel hanya mampu mendatangkan wisman dalam rombongan kecil.

“Saya rasa belum ada yang sebesar ini,” ungkapnya.

Mengenai masih dimintanya pembelian asuransi dan tes antigen sebelum masuk ke Batam, sudah dikeluhkan beberapa pelaku pariwisata. Salah satunya Ketua Nongsa Sensation, Andy Fong. Ia mengatakan jumlah wisman yang datang mulai meningkat, tapi tidak maksimal.

“Aturannya belum berubah, masih meminta syarat antigen dan asuransi,” tuturnya.

Ia berharap ada perubahan aturan, sehingga semakin memaksimalkan orang datang ke Batam.

Hal yang senada diucapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar. Ia mengatakan permasalahan ini sudah dibicarakan dengan kementerian terkait. Tapi, masih belum ada perubahan atas Surat Edaran no 17, yang mengatur syarat masuknya Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

“Kami juga meminta terkait bukan pemegang paspor non Singapura, dan bermukim kurang dari 14 hari tidak perlu diminta tes PCR,” ungkap Buralimar.

Jika aturan ini ditiadakan, Buralimar menyebut ada potensi wisman yang berlibur ke Singapura dapat menyeberang atau berlibur sehari atau dua hari ke Kepri. “Tentunya ini menambah jumlah wisman yang datang ke Kepri,” kata dia.(*)

Repoter: Fiska Juanda

SALAM RAMADAN