Jumat, 16 Januari 2026

AI Melahirkan Prematur Usai Dianiaya, Bayinya Meninggal, Keluarga Tuntut Keadilan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi.

batampos – Unit Reskrim Polsek Batuaji tengah menyelidiki laporan kasus penganiayaan yang berujung pada meninggalnya bayi prematur. Saat ini, polisi tengah mengumpulkan keterangan petugas medis yang menangani korban dan bayinya.

“Kita masih melakukan penyelidikan. Diantaranya dengan berkoordinasi dengan petugas medis yang menangani korban dan anaknya selama mengandung ataupun saat melahirkan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andy Pakpahan, Jumat (14/11).

Selain meminta keterangan petugas medis, kata Andy, pihaknya juga meminta keterangan korban, saksi dari keluarga serta bukti penganiayaan dan pengancaman yang dilakukan pelaku.

Baca Juga: Kerap Diancam dan Dianiaya Saat Hamil, Warga Batuaji Kehilangan Bayi yang Lahir Prematur

“Penyelidikan masih berlangsung dan proses,” tegasnya.

Sementara Heribertus, keluarga korban meminta polisi segera bertindak dengan laporan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya bayi prematur tersebut.

“Laporan sudah masuk. Kamu keluarga berharap kasus ini segera diungkap pihak kepolisian,” ujarnya.

Menurut dia, perbuatan pelaku sudah sangat bejat. Selain menganiaya kekasihnya, pelaku juga menghilangkan nyawa bayi tak berdosa.

“Kami harap pelaku dihukum seberatnya. Karena anak kami sampai sekarang masih trauma,” katanya.

Sebelumnya, Al, warga Ruli Kampung Bintang, Batuaji kehilangan nyawa anaknya yang berusia 6 hari. Bayi malang tersebut mengembuskan nafas di RSUD Embung Fatimah Batam, Kamis (13/11) dini hari.

Kepergian bayi tersebut tidak lepas dari peristiwa penganiayaan yang dialami Al saat masih mengandung tujuh bulan. Bahkan, AI kerap diancam oleh kekasihnya Ky.

Akibat ancaman dan penganiayaan tersebut AI melahirkan prematur dan nyawa bayinya tak tertolong. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Update