
batampos – Keluhan terhadap kualitas air Air Batam Hilir (ABH) kembali mencuat dari warga di kawasan Tiban, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Air yang mengalir ke rumah warga dilaporkan keruh, berwarna kekuningan, berbau amis, bahkan diduga menyebabkan gatal-gatal pada kulit.
Keluhan tersebut disampaikan warga Tiban Kampung Blok M hingga Tiban Ayu. Kondisi ini disebut telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan mulai mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat, terutama untuk mandi dan keperluan rumah tangga.
Try Agus, warga Tiban Ayu, mengatakan kualitas air ABH di lingkungannya menurun drastis dalam tiga hari terakhir.
Baca Juga: Bulan Ini, Bantuan Kemanusiaan Batam untuk Bencana Sumatra Diberangkatkan ke Daerah Terdapak
“Airnya di tempat saya keruh. Di Tiban Kampung juga banyak yang mengeluh gatal-gatal,” ujar Try kepada Batam Pos, Sabtu (3/1) sore.
Ia mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, terlebih air juga mengeluarkan bau amis yang tidak biasa. Try mempertanyakan apakah ada gangguan distribusi atau pekerjaan perbaikan jaringan yang dilakukan pihak ABH.
“Baunya amis. Saya tidak tahu ini hanya di wilayah tertentu atau memang merata,” katanya.
Menanggapi keluhan warga, perwakilan Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, membenarkan pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari warga Tiban Ayu. Menurutnya, wilayah tersebut terdiri dari beberapa blok dan sebagian titik sudah dilakukan penanganan, meski belum menyeluruh.
“Tiban Ayu itu ada beberapa blok. Hari ini juga sudah ada laporan yang masuk melalui grup, dan di beberapa titik sudah kita lakukan perbaikan,” ujar Ginda.
Baca Juga: Parkir di Depan Kos, Motor Baru Lunas Cicilan Milik Warga Bengkong Digondol Maling
Namun demikian, pihak ABH belum dapat memastikan penyebab pasti perubahan kualitas air tersebut. Menurut Ginda, kondisi jaringan serta karakter wilayah distribusi air di Batam berbeda-beda.
“Untuk laporan air keruh maupun keluhan gatal-gatal, nanti akan kami cek langsung ke lokasi,” katanya.
Ginda menambahkan, pihaknya akan menelusuri penyebab gangguan secara teknis di lapangan. Ia juga menyebutkan bahwa pada periode akhir tahun hingga awal tahun baru, konsumsi air masyarakat cenderung meningkat.
“Memang pada akhir tahun terjadi peningkatan konsumsi. Harapannya, dengan peningkatan kebutuhan ini, suplai air bisa kami sesuaikan agar tetap seimbang,” ujarnya. (*)



