
batampos – Persoalan air bersih di wilayah Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam masih dikeluhkan warga. Hingga kini, sebagian masyarakat masih harus bergantung pada suplai air menggunakan mobil tangki karena aliran air ke rumah-rumah belum kembali normal.
Suryani, salah seorang warga Sengkuang, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Air dari jaringan pipa belum juga mengalir, sehingga warga terpaksa mengandalkan distribusi air dari truk tangki atau toren modifikasi yang diangkut menggunakan kendaraan.
“Masih seperti biasa, air nggak ngalir. Jadi kami mengandalkan suplai air dari tangki atau toren yang diangkut pakai truk itu,” ujarnya
Menurutnya, pasokan air yang datang setiap dua hari sekali sering kali tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga. Apalagi selama bulan Ramadan, konsumsi air meningkat seiring bertambahnya aktivitas ibadah dan kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga: Distribusi Air Bersih ke Batuampar dengan Truk Tangki Terus Dimaksimalkan
“Sebenarnya kalau dua hari sekali kadang nggak cukup. Apalagi sekarang Ramadan, aktivitas ibadah meningkat, jadi kebutuhan air juga lebih banyak,” katanya.
Ia menjelaskan, distribusi air di wilayahnya dilakukan secara bergiliran antarwarga. Jika pada satu hari sebagian warga mendapat suplai, maka pada hari berikutnya giliran warga lain yang menerima.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus menghemat penggunaan air agar cukup hingga distribusi berikutnya datang.
“Kalau kami dapat sekitar empat drum, itulah yang dipakai untuk bertahan selama dua hari,” kata Suryani lirih.
Warga berharap distribusi air bisa dilakukan setiap hari agar kebutuhan masyarakat lebih terpenuhi. Namun mereka memahami bahwa keterbatasan armada menjadi alasan utama mengapa pengiriman harus dilakukan secara bergiliran.
Menanggapi keluhan tersebut, Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan distribusi air bersih ke wilayah Sengkuang sebenarnya dilakukan setiap hari.
Menurutnya, BP Batam telah menyiapkan armada khusus untuk melayani wilayah tersebut.
“Pengiriman air ke Sengkuang dilakukan setiap hari dengan rata-rata permintaan sekitar 130 trip per hari,” ujar Ariastuty saat dikonfirmasi Batam Pos.
Baca Juga: Tiket Mudik KM Kelud Hampir Penuh, Pelni Tambah Kuota 200 Penumpang
Ia menjelaskan distribusi air dilakukan ke 11 RW di wilayah Sengkuang dengan menggunakan 19 unit mobil lori tangki yang memang dikhususkan untuk melayani kawasan tersebut.
Armada tersebut, kata dia, tidak digunakan untuk melayani wilayah lain sehingga fokus memenuhi kebutuhan warga Sengkuang.
“Armada lori tangki khusus untuk Sengkuang dan tidak melayani wilayah lain,” katanya.
Menurut Ariastuty, mekanisme distribusi air dilakukan berdasarkan permohonan dari masing-masing RW. Pendistribusian kemudian diatur bersama perangkat wilayah setempat agar pembagian air dapat merata.
“Pembagian air dikoordinasikan dengan pihak RW sesuai permohonan truk tangki,” jelasnya.
Ia juga menyebut pengawasan distribusi air di lapangan melibatkan aparat setempat seperti pihak kepolisian dan kelurahan.
“Selama ini pembagian air diawasi oleh Polsek Batu Ampar dan Kelurahan Sengkuang,” ujarnya.
BP Batam memastikan setiap permohonan air dari warga melalui RW telah dipenuhi melalui pendistribusian mobil tangki setiap hari.
Meski demikian, warga berharap persoalan air bersih di Sengkuang tidak terus berlarut-larut dan aliran air dari jaringan pipa dapat kembali normal sehingga mereka tidak lagi bergantung pada distribusi air menggunakan mobil tangki. (*)



