
batampos – Luapan air dari saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di dekat Sekolah Yos Sudarso kembali meluap dan dikeluhkan oleh masyarakat karena dikhawatirkan limbah tersebut akan mencemari lingkungan sekitar.
Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, air yang keluar dari tutup saluran itu akibat belum selesainya proses instalasi pipa yang masih dikerjakan hingga saat ini.
Dimana, saluran IPAL yang berada di dekat Sekolah Yos Sudarso itu nantinya akan tersambung hingga Royal Grande.
“Memang banyak yang keluar, karena belum terconnect semuanya,” ujar Iyus.
Terkait dengan adanya air yang meluap itu, pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk mengecek saluran IPAL tersebut.
Dari hasil pengecekan, air yang sempat meluap ke jalan sudah kembali normal dan tidak ada sumbatan.
“Meluapnya air itu karena ada air yang masuk dari mulut pipa sebelumnya. Karena kondisi pipa menurun (gravitasi) jadi bertekanan. Seperti air ngalir di sungai,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika nantinya IPAL sudah selesai dilakukan dan beroperasi, maka limbah yang berasal dari rumah tangga akan dialirkan menuju waste water treatment plant (WWTP) di Bengkong Sadai.
“Insya allah kalau sudah beroperasi tidak akan meluap lagi,” imbuhnya.
Sebelumnya, Iyus mengungkapkan progres proyek IPAL saat ini sudah mencapai 90,8 persen, yang meliputi bangunan gedung IPAL yang selesai 100 persen, dan 5 stasiun pompa yang juga sudah selesai 100 persen.
Pengerjaan proyek IPAL ini, hanya tinggal pengerjaan jaringan pipa utama yang progresnya sudah mencapai 93,8 persen dan sambungan ke 11.000 rumah yang progresnya mencapai 69,4 persen.
“Sambungan ke rumah itu banyak yang belum karena pipa utama belum selesai semua. Tinggal kurang lebih sekitar 3,7 kilometer lagi. Insya allah bulan Juli atau Agustus mulai jalan lagi pengerjaannya,” katanya.
Ia menambahkan, untuk sambungan ke rumah atau ke septic tank belum dilaksanakan karena masih ada beberapa sambungan utama yang masih perlu diperbaiki. Jika tidak ada kendala, bulan Juli pengerjaan akan dimulai kembali.
“Untuk sambungan rumah baru terpasang 10.000 di bagian depan rumah. Itu bukan ke septic tank, baru bagian depan rumah,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, IPAL berfungsi untuk menampung limbah-limbah domestik atau rumah tangga.
Limbah-limbah dari rumah warga tersebut akan dikumpulkan ke stasiun pompa sebelum dialirkan ke waste water treatment plant (WWTP) di Bengkong Sadai.
Limbah domestik akan dinetralisir di Food Chain Reactor (FCR) menggunakan bakteri yang akan memakan zat pencemar dalam air limbah, akan diolah menjadi pupuk siap pakai dan air baku.(*)
Reporter: Eggi Idriansyah



