Rabu, 25 Februari 2026

Air Kembali Keruh di Tiban Ayu, ABH Akui Gangguan Instalasi dan Siapkan Flushing Jaringan ‎

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Warga mengeluhkan kondisi air yang berubah warna dan kualitasnya menurun.

batampos – Keluhan soal air bersih kembali mencuat di Kota Batam. Kali ini datang dari warga Perumahan Tiban Ayu, tepatnya di sebelah Posyandu Tulip 9, Kecamatan Sekupang. Air yang mengalir ke rumah-rumah disebut kembali keruh dan berbau.

‎“Ya mas, kembali butek dan jorok. Buat cuci beras saja saya mikir. Ini kalau dikaji di laboratorium pasti kuman semua isinya,” ujar Lolla salah seorang warga, Selasa (24/2) pagi.

‎Menurutnya, kondisi ini bukan yang pertama kali terjadi. Air sempat mengalir jernih sehari penuh saat aksi demonstrasi warga berlangsung bulan lalu. Namun, kejernihan itu tak bertahan lama.

‎“Pernah satu kali, saat hari kita demo, air bersih dan jernih total. Tapi setelah demo selesai, besoknya kembali butek air yang mengalir di pipa kami,” katanya.

Baca Juga: Polsek Batuaji Bubarkan Puluhan Remaja yang Hendak Balap Liar di Tanjunguncang

Ia mengaku khawatir dengan dampak kesehatan, terlebih karena di rumahnya juga melayani persalinan. Ia membayangkan risiko yang mungkin timbul ketika harus memandikan bayi yang baru lahir menggunakan air keruh.

‎“Saya tidak ngebayangin pas mandiin bayi baru lahir pasien saya yang melahirkan di tempat saya gimana,” tuturnya.

‎Warga menyebut, kondisi air kembali memburuk sejak aksi demonstrasi warga di wilayah Sengkuang beberapa waktu lalu. Meski sempat ada perbaikan, kualitas air dinilai belum sepenuhnya normal.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa petugas dari pihak pengelola air, Moya, sempat datang dan melakukan pengaliran ulang dari pipa di rumahnya. Namun hasilnya belum maksimal.

‎“Tapi jadinya masih butek, cuma tidak separah kemarin,” katanya.

‎Menanggapi keluhan tersebut, Humas Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, membenarkan adanya gangguan teknis yang memengaruhi kualitas air ke pelanggan. Ia menyebut persoalan tersebut berasal dari instalasi utama di bagian hulu.

‎“Ada kendala teknis di instalasi utama yang memang membutuhkan perbaikan teknis berskala besar,” ujar Ginda.

Baca Juga: Cekcok Penjualan Manisan, Karyawan Tikam Bos

‎Ia menjelaskan, pada perbaikan sebelumnya, masalah utama disebabkan oleh kotoran yang mengendap di dalam jaringan distribusi pelanggan.

‎“Ketika dilakukan penekanan dan peningkatan tekanan pada jaringan, endapan-endapan tersebut ikut terbawa aliran air hingga ke pelanggan,” jelasnya.

‎Secara umum, Ginda menerangkan bahwa penurunan kualitas air dipicu oleh perubahan tekanan di dalam jaringan distribusi, salah satunya akibat perubahan kebutuhan atau demand pemakaian air oleh pelanggan.

‎“Kondisi tersebut menyebabkan endapan yang sebelumnya mengendap di dalam pipa terbawa aliran air dan memengaruhi kualitas air yang diterima pelanggan,” kata dia.

‎Pihaknya akan segera melakukan langkah penanganan dan perbaikan kualitas air.
‎Sebagai tindak lanjut, tim teknis akan melaksanakan pembersihan jaringan distribusi di wilayah terdampak

‎“Salah satunya melalui kegiatan flushing jaringan perpipaan, agar kualitas air yang diterima pelanggan dapat kembali normal,” ujarnya. (*)

ReporterM. Sya'ban

SALAM RAMADAN