
batampos – Keluhan warga Perumahan KDA Batam Center mengenai kondisi air yang keruh dan berwarna kecoklatan dalam dua bulan terakhir mendapat respons cepat dari PT Air Batam Hilir (PT ABHi). Sejumlah pelanggan sebelumnya mengaku harus menyaring air berlapis-lapis agar bisa digunakan, terutama pada sore hingga malam hari ketika air tampak semakin pekat.
Menanggapi laporan tersebut, Ginda Alamsyah, Humas PT Air Batam Hilir (PT ABHi), mengatakan bahwa pihaknya langsung menurunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan.
“Setelah menerima laporan, kami segera mengirim tim untuk memeriksa jaringan dan kondisi aliran di wilayah tersebut,” ujar Ginda kepada Batam Pos, Selasa (9/12).
Ia menjelaskan bahwa dari pengecekan awal, ditemukan adanya ujung jaringan perpipaan (pipa dead end) yang berpotensi menahan endapan dan sewaktu-waktu dapat menimbulkan air keruh, terutama ketika pola tekanan air berubah.
BACA JUGA: Warga Perumahan KDA Keluhkan Air Keruh Dua Bulan Terakhir
“Temuan awal menunjukkan adanya pipa dead end yang bisa menyebabkan endapan tertahan. Kami sudah menjadwalkan penanganan dan akan berkoordinasi dengan BU SPAM agar kondisi jaringan diperbaiki,” jelasnya.
Selain itu, tim teknis PT ABHi juga melakukan flushing pada jaringan induk dan pipa pelayanan pelanggan untuk membuang endapan serta mengembalikan kejernihan air.
Ginda memastikan bahwa setelah rangkaian penanganan dilakukan, kualitas air di wilayah tersebut kembali normal.
“Kami cek ulang setelah tindakan di lapangan. Kondisi air sudah normal dan bisa digunakan seperti biasa,” ujarnya.
Ginda juga mengapresiasi warga yang melapor dan membantu memberikan informasi terkait kondisi air di lingkungan mereka.
“Laporan pelanggan sangat membantu kami. Setiap masukan akan kami tindak lanjuti untuk meningkatkan kualitas layanan,” tambahnya.
PT ABHi mengimbau pelanggan agar segera menghubungi Call Centre 0778 5700 000 atau kanal pengaduan resmi lainnya apabila menemukan air yang kembali tidak normal. (*)
Reporter: Syaban



