
batampos – Sejumlah warga Nongsa mengeluhkan aliran air SPAM Batam yang sering mati selama beberapa bulah terakhir. Meski air sering mati, tagihan air yang harus dibayarkan malah naik.
Seringnya air mati dirasakan oleh warga di Perumnas Green Nongsa City. Hampir setiap hari, aliran air di kawasan tersebut mati, mulai pagi sampai siang dan sore sampai malam.
“Sudah beberapa bulan, air sering mati dua kali sehari. Pagi-pagi itu pasti mati, mulai jam 6 sampai jam 9-an, kemudian sorenya mulai jam 5 sampai jam 7,” ujar Tika.
Menurut dia, kondisi ini tentunya sangat jauh berbeda dengan beberapa bulan lalu. Dimana aliran air hampir setiap saat kencang. Kalau pun kecil itu aliran air tak sampai mati.
“Tapi sekarang benar-benar mati total hingga beberapa jam. Bingung juga kok sekarang malah sering mati, padahal dulu kencang banget,” imbuhnya.
Karena itu, lanjut Tika, aktifitas mencuci tak bisa dilakukan pada pagi atau siang hari. Sebab pada siang hari pun aliran air tak begitu deras, sehingga tak mengalir ke mesin cuci.
“Jadi nyuci bisanya malam-malam diatas jam 10. Itu air baru kencang. Jadi saya nyuci sampai dini hari,” Katanya.
Yang lebih miris, menurut Tika tagihan air di rumahnya pun naik hingga 50 persen. Dimana sebelum perbulannya hanya Rp 50 ribuan, namun selama beberapa bulan terakhir, ia harus membayar tagihan diatas Rp 80 ribu.
“Aneh saja, yang tinggal masih itu-itu saja, tak ada tamu. Tapi tagihan air malah naik. Padahal sering mati. Ini kan lawak,” kesal Tika.
Hal senada diungkap Marwah, yang juga kesal karena air di Perum GNC kerap tak menyala. Ia yang sehari-hari membuka usaha laundry, harus bergadang agar bisa menyelesaikan cucian.
“Biasanya saya nyuci itu pagi atau siang sekarang tak bisa lagi, harus diatas jam 11 malam karena air lumayan deras jam segini. Jadi selesai sampai jam 2 dini hari, padahal itu sudah waktunya istirahat,” ungkapnya.
Bahkan, ia merasa tak enak sama pelanggan, karena cucian sering molor akibat kondisi air sering mati. Namun untungnya pelanggannya mengerti dengan kondisi tersebut.
“Tapi bagaimana pun saya tak ingin buat pelanggan kecewa, makanya saya korbankan waktu istrirahat, demi mencuci. Biasanya jam 9 malam itu saya sudah tidur, tapi sekarang selalu dinihari,” sebutnya.
Ia juga mengeluhkan tagihan air yang naik, padahal kondisi air sering mati. Ia berharap, agar kondisi ini dapat segera diatasi.
“Ya berharap kondisi normal lagi, karena ini sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya.
Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menjelaskan kondisi pipa aliran ke rumah-rumah warga butuh diperbaiki. Hal itu diduga menjadi penyebab, aliran air tak berjalan lancar ke rumah-rumah warga.
“Butuh diperbaiki, pipa-pipa sudah tua. Tapi butuh anggaran yang besar,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Disinggung soal kenaikan tarif air, menurjt Rudi, hingga saat ini ia tak pernah menandatangi soal kenaikan tarif air.
“Sampai saat ini, saya tak ada menandatangani kenaikan, jadi belum ada kenaikan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yashinta



