
batampos – Air laut di kawasan Pantai Batubesar Melayu, Nongsa, surut cukup jauh pada Sabtu sore (11/10). Kondisi ini dimanfaatkan warga sekitar untuk bermain air, mencari kerang, hingga berjalan-jalan di hamparan pasir yang terbuka lebar.
Fenomena air surut di pantai nongsa ini sudah menjadi pemandangan biasa bagi masyarakat. Dimana proses surut permukaan air laut mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dari bibir pantai. Fenomena ini, menurut warga, hampir terjadi setiap hari.
Pantai Batubesar memang dikenal sebagai salah satu kawasan pesisir dengan kontur dataran landai, sehingga saat surut, permukaan pasir bisa terlihat hingga ratusan meter ke tengah. Kondisi ini menjadikannya lokasi favorit bagi warga sekitar untuk beraktivitas ringan atau sekadar menikmati pemandangan.
Anak-anak tampak riang berlarian sambil membawa ember kecil atau kantong plastik, sementara orang dewasa sibuk memungut kerang dan siput laut yang terlihat jelas di permukaan lumpur.
Langit cerah kebiruan berpadu dengan awan tipis, menghadirkan pemandangan yang menenangkan. Dari kejauhan, tampak beberapa pengunjung berfoto dan menikmati panorama laut yang seolah tak berujung.
“Kalau air surut seperti ini, banyak yang datang. Anak-anak senang main lumpur, sementara kami bisa cari kerang untuk dimasak,” ujar Rani warga Batubesar, sambil tersenyum.
Ia mengaku hampir setiap pekan datang ke pantai untuk sekadar bersantai bersama keluarga. Menurutnya lokasi tersebut cukup aman.
“Lokasinya aman untuk bermain anak-anak. Ada pasir putih dan aliran air laut juga,” sebut Rani
Hal senada disampaikan Abdul Rahman warga lainnya. Ia mengatakan fenomena surut seperti itu hampir terjadi setiap hari, terutama menjelang sore.
“Biasanya sekitar jam empat mulai kelihatan surut. Kadang bisa sampai jauh sekali, jadi pantainya makin luas,” katanya.
Menurut Rahman, momen seperti ini juga sering dimanfaatkan warga untuk mencari umang, kepiting kecil, hingga remis. “Kalau beruntung, bisa dapat banyak. Lumayan buat lauk makan malam,” tambahnya.
Meski tampak tenang, warga tetap diingatkan agar berhati-hati saat bermain di area berlumpur karena beberapa bagian cukup licin dan dalam.
“Tadi ada yang tergelincir juga karena kerang yang licin,” ungkap pria berusia 45 tahun ini. (*)
Reporter: Yashinta



