Sabtu, 7 Februari 2026

AirFish Singapura–Batam Masih Wacana, Pemprov Kepri Buka Peluang Asal Penuhi Regulasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
AirFish Siap Hubungkan Singapura dan Batam, target beroperasi 2026. F. x.com/italysingapore

batampos – Rencana pengoperasian transportasi cepat AirFish rute Singapura–Batam yang diklaim mampu memangkas waktu tempuh menjadi sekitar 25 menit, hingga kini masih sebatas wacana. Pemerintah daerah menegaskan belum ada pembahasan resmi maupun pengajuan perizinan dari pihak pengembang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hasan mengatakan, belum terdapat kerja sama atau permohonan izin terkait pengoperasian moda transportasi berbasis teknologi Wing in Ground (WIG) effect tersebut di wilayah Kepri.

“AirFish yang disebut-sebut bisa menempuh perjalanan Singapura–Batam sekitar 25 menit itu sampai sekarang belum ada kerja sama apa pun. Belum ada pembicaraan resmi dengan pemerintah provinsi,” ujar Hasan, Jumat (6/2).


Baca Juga: Beli Rp172 Juta, Dicatat Rp156 Juta: Ada Apa dengan Rumah Subsidi Batam?

Menurut Hasan, teknologi AirFish tergolong baru sehingga membutuhkan kajian menyeluruh serta proses perizinan yang ketat, terutama terkait aspek keselamatan, pelabuhan, dan regulasi lintas negara.

“Ini bukan transportasi biasa. Proses perizinannya cukup berat, hampir sama seperti kapal yacht. Jadi tidak bisa serta-merta dioperasikan,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah belum dapat memastikan apakah AirFish dapat beroperasi di Batam maupun melayani rute internasional Singapura–Batam, mengingat hingga kini belum ada pengajuan resmi dari pengembang.

“Kalau ke depan ada pengajuan secara resmi, tentu akan kami kaji sesuai aturan yang berlaku. Namun saat ini belum ada,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata. Ia menyebut, hingga kini transportasi penumpang lintas Batam–Singapura masih sepenuhnya dilayani kapal feri.

Baca Juga: Dilaporkan Hilang, Siswi SMAN 1 Batam Diketahui Berada di Tanjunguban

“Belum ada rencana menggunakan moda transportasi itu,” katanya singkat.

Meski demikian, kehadiran AirFish dinilai berpotensi menjadi alternatif transportasi lintas negara yang lebih cepat dan efisien. Waktu tempuh yang lebih singkat diyakini dapat mendukung mobilitas wisatawan dan pelaku usaha, terutama untuk kunjungan singkat dan akhir pekan.

AirFish merupakan kendaraan laut berteknologi WIG yang memanfaatkan efek aerodinamis di atas permukaan air untuk melaju dengan kecepatan tinggi. Kendaraan ini beroperasi rendah di atas laut dan lepas landas dari permukaan air, sehingga mampu memangkas waktu tempuh dibandingkan feri konvensional.

Rencana pengoperasian AirFish diumumkan oleh ST Engineering AirX—unit patungan antara perusahaan teknologi Singapura ST Engineering dan startup Peluca—bersama operator feri BatamFast dalam ajang Singapore Airshow 2026. Layanan penumpang Singapura–Batam ditargetkan mulai beroperasi pada paruh kedua 2026.

Namun demikian, pengoperasian rute tersebut masih menunggu persetujuan regulasi serta sertifikasi akhir dari otoritas terkait di Indonesia dan Singapura.

Baca Juga: Cuaca Panas, Ini Rekomendasi 5 Tempat Jus Buah Segar Favorit di Batam

AirFish dirancang mampu mengangkut 8 hingga 10 penumpang termasuk awak. Saat ini, unit kendaraan masih dalam tahap perakitan di Singapura. Secara dimensi, AirFish memiliki panjang sekitar 17 meter dan lebar 15 meter, dengan jangkauan operasional lebih dari 300 mil laut.

Proses persetujuan dan sertifikasi keselamatan telah berlangsung sejak 2024 bersama Bureau Veritas untuk memastikan kelayakan operasional kendaraan tersebut. (*)

ReporterArjuna

Update