
batampos– Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi kemajuan teknologi. Ia menegaskan, kemajuan teknologi informasi harus dijadikan peluang untuk beradaptasi dan berinovasi, bukan alasan untuk mundur.
“Jangan takut pada kemajuan teknologi. Justru kita harus mampu menguasai dan mengelaborasi teknologi informasi dengan optimisme, kompetensi, dan integritas,” katanya, Sabtu (8/11).
Dia menyinggung potensi besar ekonomi digital Indonesia yang tengah berkembang pesat. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), nilai ekonomi digital nasional telah menembus lebih dari USD 90 miliar dan diproyeksikan meningkat hingga USD 360 miliar pada 2030.
BACA JUGA: BP Batam Bakal Rekrut Tenaga Teknis untuk Pastikan Akurasi dan Kepatuhan Perizinan
Katanya, peluang besar itu hanya dapat diwujudkan bila generasi muda berperan aktif sebagai agen perubahan digital. “Potensi sebesar ini hanya bisa terwujud bila generasi muda ikut membangun peradaban digital yang positif. Jika anak muda ikut membangun peradaban digital yang positif, masa depan bangsa akan semakin cerah,” tambah rudi.
Lebih lanjut, ia mengutip laporan World Economic Forum (WEF) yang memproyeksikan pada 2030 akan tercipta 170 juta jenis pekerjaan baru, sementara sekitar 92 juta pekerjaan lama akan tergantikan oleh otomatisasi dan kecerdasan buatan.
“Artinya, dunia kerja sedang berubah secara masif. Maka lulusan perguruan tinggi dan sekolah kejuruan di Batam harus menyiapkan diri menghadapi realitas ini,” kata Rudi.
Pemko Batam terus mendorong literasi digital di berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital global.
“Batam memiliki potensi besar sebagai kota industri dan digital hub. Generasi mudanya harus siap menjadi bagian dari perubahan ini,” ujarnya. (*)
Reporter: Arjuna



