
batampos – Para pencari kerja (pencaker) muda di Batam masih menghadapi kesulitan besar dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai, khususnya bagi mereka yang baru lulus sekolah. Minimnya jumlah lowongan kerja serta ketatnya persaingan menjadi tantangan utama yang dihadapi para pencaker pemula.
Lala, seorang pencaker yang dijumpai di kawasan industri Mukakuning, mengaku sudah berbulan-bulan mencari pekerjaan tanpa hasil. “Karena lowongannya tidak banyak, dan banyakan butuh yang sudah berpengalaman. Inilah masalah kami yang baru mau cari kerja ini. Serba sulit,” ujarnya dengan wajah lelah.
Hal senada diungkapkan Imron, lulusan SMK dari Batuaji, yang bercita-cita bekerja di industri galangan kapal. Sayangnya, keinginannya belum terwujud karena terkendala syarat pengalaman dan sertifikasi. “Banyak yang butuh bersertifikasi semua, jadi memang agak sulit. Paling ikut borongan dulu cari pengalaman,” kata Imron.
Baca Juga: Gandeng 21 Perusahaan, Job Fair Tunas Industrial 2025 Buka 1.346 Lowongan Kerja
Sementara itu, Aldo, pencaker muda lainnya, menyoroti masalah ‘orang dalam’ sebagai salah satu jalan pintas yang membuat peluang kerja makin tertutup bagi pencaker umum. “Kalau berharap langsung diterima sebagai karyawan sulit sekali. Kecuali ada orang dalam baru bisa,” ungkapnya jujur.
Pantauan di lapangan menunjukkan masih banyak pencaker muda yang lalu lalang mencari lowongan kerja di kawasan industri Batam. Namun, sistem penyampaian informasi lowongan yang tertutup membuat usaha mereka kerap sia-sia. Banyak informasi hanya beredar di grup internal atau media sosial tertentu.
Yuli, pencaker asal Mukakuning, mengeluhkan hal serupa. “Susah sekarang dapat informasi loker karena sistem online dan disebarkan melalui media sosial. Kadang yang menyebar ini untuk kalangan mereka sendiri. Kita orang luar sulit dapat informasi,” katanya.
Kesulitan pencaker bahkan berujung insiden. Belum lama ini, seorang pencaker muda jatuh ke dalam drainase saat hendak memasukkan lamaran ke salah satu perusahaan di kawasan industri Horizon, Sagulung. Video kejadian ini sempat viral di media sosial dan menuai simpati publik.
Harapan kini tertuju pada ajang Job Fair Tunas Industrial Estate 2025 yang akan digelar pada 27 Mei mendatang. Para pencaker muda berharap pihak perusahaan tidak terlalu menekankan pengalaman kerja agar mereka juga memiliki peluang. “Kami butuh kesempatan, bukan dituntut pengalaman,” ujar salah satu pencaker.
Kegiatan Job Fair ini merupakan kolaborasi antara Tunas Industrial Estate, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, dan BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 21 perusahaan dari berbagai sektor akan membuka total 1.346 lowongan kerja untuk masyarakat Batam.
Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, menyebut bahwa bursa kerja ini menjadi salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran di Batam. “Penyerapan tenaga kerja difokuskan buat warga lokal. Kesempatan terbuka lebar untuk masyarakat Batam,” ujarnya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



