Minggu, 18 Januari 2026

AJI Batam Gelar Pelatihan Jurnalisme Warga di Rempang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ketua AJI Batam, Yogi Eka Sahputra (paling kanan) bersama warga Rempang di Kampung Sembulang Hulu, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam untuk pertama kalinya menggelar pelatihan jurnalisme warga bagi masyarakat Rempang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 14–16 November 2025, dipusatkan di Kampung Sembulang Hulu, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama AJI Batam dengan Lembaga Studi dan Bantuan Hukum (LSBH) Masyarakat Kepulauan (MK) serta Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (Amar-GB). Program tersebut menyasar warga lokal yang selama ini aktif menyuarakan kondisi kampung mereka melalui media sosial.

Ketua Panitia Ahmad Fauzi mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali warga dengan kemampuan dasar jurnalistik sehingga mereka dapat menulis dan mengangkat berita mengenai kampung halaman secara lebih terstruktur dan informatif.

“Harapannya, warga mampu mengabadikan dan menyebarkan informasi tentang kampung yang mereka cintai dengan standar penulisan jurnalistik yang baik. Ke depan, kegiatan ini akan diadakan secara berkala,” ujarnya, Selasa (25/11).

Ketua AJI Batam, Yogi Eka Sahputra, menyampaikan bahwa pelatihan ini penting karena masyarakat Rempang sejatinya sudah lama melakukan kerja-kerja jurnalisme warga, namun belum memahami sepenuhnya prinsip dasar jurnalistik, termasuk verifikasi dan etika penyebaran informasi.

“Selama ini mereka sudah memberitakan informasi tentang kampung kepada dunia luar lewat media sosial. Kami di AJI diminta membantu agar karya-karya yang diproduksi warga dapat mengikuti prinsip jurnalisme warga yang benar, sehingga tidak memicu hoaks,” kata Yogi.

Menurut Yogi, pelatihan di Rempang menjadi program perdana AJI Batam dalam memperkuat kapasitas jurnalisme warga. Ia membuka peluang kegiatan yang sama untuk kelompok masyarakat lainnya, seperti aktivis lingkungan, mahasiswa, pelajar, hingga nelayan.

“Kami melihat banyak masyarakat yang lantang menyuarakan pendapat mereka di media sosial. Suara-suara itu perlu diarahkan agar dapat tersampaikan melalui pendekatan jurnalisme warga yang tepat,” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Rempang untuk menghasilkan informasi yang kredibel, akurat, dan bermanfaat, sekaligus memperkuat posisi mereka dalam menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Update