Kamis, 15 Januari 2026

Akhir Bulan, 1.250 Ton Beras Premium Makassar Masuk Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Seorang pekerjaan menyusun beras yang sudah dikemas di gudang Bulog Batam, Jumat (9/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Perum Bulog menyebutkan pasokan beras premium asal Makassar akan segera masuk ke wilayah Kepulauan Riau (Kepri) pada akhir Januari 2026. Total beras yang dikirim pada tahap pertama mencapai 1.250 ton, masing-masing 1.000 ton untuk Batam dan 250 ton untuk Karimun.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan beras premium tersebut saat ini telah tersedia di gudang Bulog Sidrap, Sulawesi Selatan. Pengiriman hanya tinggal menunggu kepastian jenis kapal pengangkut, apakah menggunakan kapal curah (karbon) atau kontainer.

“Stoknya sudah ada di Makassar. Sekarang tinggal teknis pengangkutan. Yang sebelumnya sempat ditunda karena harus menggunakan kontainer, tapi itu tidak ada masalah,” ujarnya, Selasa (13/1).

Ia menegaskan, beras yang akan dikirim merupakan hasil panen dalam negeri tahun 2025 dan bukan stok lama. Bulog, mendapat penugasan langsung dari pemerintah untuk menyerap gabah petani, sehingga kualitas beras relatif masih segar.

“Ini hasil panen lokal, bukan beras impor. Karena tidak disimpan lama, kualitasnya masih fresh,” katanya.

Baca Juga: Warga RW 01 Sagulung Permai Adukan Sengketa Fasum ke DPRD Kota Batam

Untuk harga, Bulog menjamin beras premium tersebut akan dijual dengan harga Rp14.500 per kilogram dalam kemasan 50 kilogram saat tiba di Kepri. Distribusi akan tetap melibatkan distributor resmi untuk disalurkan ke pasar dan warung-warung.

Soal kualitas, ia memastikan beras premium Makassar memiliki tekstur pulen dan hampir sama dengan beras yang sebelumnya telah beredar di Batam dan Karimun.

“Sudah pernah dicoba, kualitasnya bagus dan pulen. Di Makassar juga laku keras,” ujarnya.

Sementara itu, stok beras premium Bulog yang sebelumnya masuk ke Karimun dilaporkan telah habis terjual. Dari total 24 ton yang didistribusikan, seluruhnya sudah terserap pasar.

“Karimun sudah habis semua. Respons masyarakat cukup bagus,” katanya.

Baca Juga: Tak Diangkut Sebulan, Sampah Menumpuk di Perumahan Gesya Enternal Marina

Di Batam, stok beras premium Bulog juga mulai menipis. Dari distribusi sebelumnya, sisa stok diperkirakan tinggal sekitar 20 ton dan terus berkurang seiring meningkatnya permintaan.

“Di Batam sudah mulai berkurang. Respons distributor juga mulai terlihat, terutama untuk suplai ke toko dan warung,” tambahnya.

Ia berharap, dengan masuknya pasokan baru dari Makassar akhir bulan ini, ketersediaan beras premium di Batam dan Karimun tetap terjaga dan mampu menekan gejolak harga di pasaran.

“Targetnya jelas, pasokan aman dan harga tetap stabil,” pungkasnya. (*)

Update