Kamis, 15 Januari 2026

Akhirnya Orang Tua Korban Dugaan Tindak kekerasan SMK Dirgantara Datangi Mapolda Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Orangtua siswa korban kekerasan melapor ke SPKT Mapolda Kepri. f.juanda

batampos.co.id– Orangtua para korban dugaan tindak kekerasan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan Nasional Dirgantara (SPND) Batam melaporkan ke Polda Kepri. Pantauan di Mapolda Kepri, usai bertemu dengan Direktur Reserse Kriminal Umum di ruang gelar perkara, para orangtua menuju ke Gedung SPKT Polda Kepri.

“Ini untuk, kepastian hukum,” kata Ketua KPAD Batam, Abdillah yang ikut mendampingi, Jumat (19/11).

BACA JUGA: KPAI akan Laporkan Kekerasan di SMK Dirgantara ke Polda Kepri

Ia mengatakan berdasarkan dari rapat dengan Direskrimum Polda Kepri, orangtua membuat laporan. Sehingga kasus ini bisa ditindaklanjuti secara hukum. “Dugaannya, terkait apa yang dialami para siswa. Dari gambar yang diperlihatkan ke saya, seperti tindak kekerasan secara fisik dan psikis,” ucapnya.

Diketahui, dugaan aksi kekerasan kembali terjadi di lingkungan Sekolah Mengenah Kejuruan (SMK) Penerbangan Nasional Dirgantara (SPND) Batam. Kali ini 10 mantan anak didik di SPND Batam mengalami tindakan kekerasan.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan Retno Listyarti mengatakan, dugaan kekerasan di SPND Batam bermula dari laporan yang diterima KPAI dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Batam, yang merupakan mitra KPAI di daerah. Saat itu, KPPAD melaporkan ada 10 pengaduan terkait kekerasan yang dialami siswa dan dapodik anak yang tidak diberikan SPND Batam. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

Update