Senin, 19 Januari 2026

Aksi Kamisan di Batam Gagal Digelar, Ini Penyebabnya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Aksi Kamisan batal digelar di Gerbang Utara Alun-Alun Engku Putri pada Kamis (11/9) sore. F. M Sya’ban

batampos – Aksi Kamisan yang rencananya digelar di Gerbang Utara Alun-Alun Engku Putri pada Kamis (11/9) sore batal dilaksanakan. Sejumlah masyarakat dan mahasiswa yang hendak menggelar aksi mingguan tersebut mengaku terhalang faktor teknis dan kurangnya kesiapan massa aksi.

Sejak sore, aparat keamanan sudah berjaga di sekitar lokasi. Namun hingga waktu yang dijadwalkan, massa aksi tak kunjung hadir. Beberapa mahasiswa yang sempat datang akhirnya memilih membubarkan diri.

El Ghazali, salah satu massa aksi, mengaku gagalnya aksi Kamisan kali ini disebabkan faktor cuaca yang tidak mendukung serta kerusakan sound system. Ia menambahkan, kedatangan warga Rempang juga menimbulkan kekhawatiran aksi tak berjalan kondusif.

Baca Juga: Kapolda Kepri Tegaskan Keamanan Kondusif Jadi Jaminan Investasi

“Warga Rempang ini terlambat berkoordinasi. Mereka baru memberi kabar ingin ikut dua jam sebelum aksi dimulai. Tidak ada koordinasi dari awal, sehingga merusak konsep aksi Kamisan hari ini,” katanya.

Padahal Aksi Kamisan di Batam sebelumnya telah sekali berlangsung dengan isu pelanggaran HAM dan konflik agraria di Rempang. Bahkan, puluhan warga Rempang tampak hadir di lokasi dengan niat ikut berorasi bersama mahasiswa dan masyarakat. Sayangnya, rencana itu gagal terlaksana.

Sementara itu, Hendrik Hermawan dari NGO Akar Bhumi yang turut hadir menyaksikan aksi Kamisan tersebut mengaku kecewa terhadap gagalnya gerakan kolektif itu.

“Aksi Kamisan ini adalah ruang gerak bersama, di mana kita menyerahkan PR kepada pemerintah terkait keresahan dan keadilan hak asasi manusia. Bagaimana kita mau mengadopsi Kamisan ini sementara diri kita sendiri masih skeptis” kata Hendrik.

Ia menilai Aksi Kamisan seharusnya menjadi mimbar bebas. Jika alasannya bubar hanya karena hadirnya warga Rempang, berarti sebagian massa aksi belum memahami arti dari Kamisan itu sendiri.

Baca Juga: Hujan Deras, Keberangkatan Kapal Domestik Sempat Tertunda

“Perlu kita berikan pemahaman tentang Aksi Kamisan ini kepada mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Wadi, salah satu warga Rempang yang ikut hadir, menyebut mimbar Aksi Kamisan seharusnya terbuka bagi siapa saja. Ia mencontohkan pengalamannya di Jakarta.

“Setahu saya, ikut Kamisan di Jakarta sudah tiga kali tidak perlu berkoordinasi. Kita berkoordinasi di lapangan saja, sebab Aksi Kamisan ini kan damai,” kata Wadi. (*)

 

Reporter: M. Sya’ban

Update