Kamis, 15 Januari 2026

Aktivitas Penyeberangan Antarpulau di Sekupang Ramai, Basarnas Ingatkan Keselamatan Laut

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan rombongan melakukan uji coba perahu nelayan ramah lingkungan dengan menggunakan motor tempel listrik berbasis baterai. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

batampos– Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Pancung Sekupang masih ramai di tengah cuaca hujan dan angin yang melanda Batam beberapa hari terakhir. Kapal pompong yang melayani rute Sekupang–Belakang Padang tetap beroperasi normal, meski para penambang menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas.

“Alhamdulillah sejauh ini gak ada masalah. Memang beberapa hari ini cuaca hujan dan angin kerap melanda Batam, tapi itu tak mengganggu aktivitas di pelabuhan,” ujar Sopian, salah seorang penambang pancung, Minggu (21/9).

Hal senada disampaikan Ali, penambang lainnya. Ia mengaku selalu memantau kondisi cuaca sebelum berangkat.“Kami selalu memeriksa situasi cuaca terlebih dahulu. Kalau hujan lebat disertai badai, kami lebih memilih menunda keberangkatan sementara waktu,” jelasnya.

Sejumlah penumpang juga memiliki cara berbeda menyikapi cuaca hujan saat menyeberang. Iwan, warga Belakang Padang, mengatakan tetap terbiasa melanjutkan perjalanan meski hujan turun.

BACA JUGA: Porkot Batam VI Usai, Sekupang Juara Umum, Wali Kota: Jangan Berhenti di Sini

“Ini sudah sering terjadi. Kami tetap naik kapal seperti biasa. Apalagi setiap kapal sudah dilengkapi dengan life jacket sesuai kapasitas penumpang, jadi tidak terlalu khawatir,” ucapnya.

Namun, ada juga penumpang yang lebih berhati-hati. Yuli, warga Batam yang hendak menyeberang, memilih menunda perjalanan jika cuaca terlalu ekstrem.

“Kalau hujan lebat disertai angin kencang, biasanya saya tunggu dulu sampai cuaca lebih baik. Tak berani naik pompong kalau kondisinya parah,” ujarnya.

Di sisi lain, Pos Basarnas Batam mengimbau pemilik sarana transportasi laut termasuk penambang pancung untuk memastikan kapal dilengkapi peralatan keselamatan standar.

“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Kelengkapan alat keselamatan bukan hanya formalitas, tapi benar-benar dibutuhkan ketika terjadi keadaan darurat di laut,” tegas Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring.

Ia menambahkan, cuaca buruk seperti hujan deras, angin kencang, hingga gelombang tinggi bisa meningkatkan risiko kecelakaan laut. Karena itu, selain melengkapi peralatan keselamatan, pemilik kapal dan nelayan juga diingatkan untuk selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum berlayar.

“Informasi cuaca ini penting sebagai panduan. Jangan memaksakan diri melaut jika kondisi tidak memungkinkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga

Update