
batampos– Amerika Serikat kembali menegaskan posisinya sebagai negara tujuan ekspor utama Kota Batam. Sepanjang Juni 2025, nilai ekspor Batam ke Amerika Serikat mencapai US$ 536,72 juta, menyumbang 34,54 persen dari total ekspor Batam bulan itu yang tercatat sebesar US$ 1.553,82 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan meskipun terjadi sedikit penurunan sebesar 9,03 persen dibandingkan Mei 2025, namun ekspor ke Amerika Serikat melonjak tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Jika dibandingkan dengan Juni 2024, ekspor ke Amerika Serikat naik sangat signifikan, yaitu 113,57 persen. Ini menunjukkan bahwa produk-produk Batam semakin kuat dan kompetitif di pasar Amerika,” jelas Eko, Selasa (6/8).
BACA JUGA: Menggembirakan! Ekspor Ikan Batam Capai Rp129 Miliar di Semester Pertama 2025
Lebih lanjut, Eko menyebut bahwa secara kumulatif dari Januari hingga Juni 2025, nilai ekspor Kota Batam ke Amerika Serikat telah mencapai US$ 2.639,32 juta, menjadikannya mitra dagang ekspor terbesar Batam sejauh ini. Di posisi berikutnya terdapat Singapura dengan nilai ekspor sebesar US$ 2.399,42 juta, disusul Arab Saudi (US$ 550,83 juta), Tiongkok (US$ 532,34 juta), Jepang (US$ 339,64 juta), Australia (US$ 302,40 juta), dan beberapa negara lainnya.
Meskipun ekspor ke Amerika Serikat masih mendominasi, total ekspor Batam pada Juni 2025 mengalami penurunan sebesar 13,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh merosotnya nilai ekspor sektor nonmigas, yang turun 14,53 persen menjadi US$ 1.485,27 juta. Sementara sektor migas justru mengalami peningkatan sebesar 14,88 persen menjadi US$ 68,54 juta.
“Total penurunan nilai ekspor mencapai sekitar US$ 243,66 juta jika dibandingkan dengan Mei 2025, dan sebagian besar berasal dari penurunan di sektor nonmigas,” tambah Eko.
Meski begitu, secara kumulatif sepanjang semester pertama 2025, ekspor Kota Batam mengalami pertumbuhan positif. Total ekspor selama Januari–Juni 2025 tercatat mengalami kenaikan sebesar US$ 2.106,16 juta atau 14,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh naiknya ekspor nonmigas yang tumbuh 16,61 persen, setara dengan tambahan US$ 2.198,65 juta.
Golongan barang ekspor nonmigas dengan nilai tertinggi pada Juni 2025 masih didominasi oleh Mesin/peralatan listrik dengan nilai ekspor sebesar US$ 849,77 juta. Komoditas ini menyumbang lebih dari separuh dari total ekspor nonmigas Batam sepanjang Januari–Juni 2025, yakni US$ 4.962,06 juta atau 53,58 persen dari total ekspor nonmigas.
Selain itu, komoditas lain yang berkontribusi besar di antaranya Mesin/pesawat mekanikUS$ 969,00 juta (10,46 persen), Kapal laut US$ 613,96 juta (6,63 persen), Produk dari besi dan baja US$ 524,71 juta (5,67 persen), Produk kimia (HS 38): US$ 450,44 juta (4,86 persen) dan Cokelat dan olahannya US$ 436,03 juta (4,71 persen).
“Namun, komoditas ikan dan udang mengalami penurunan sebesar 2,86 persen bila dibandingkan dengan periode Januari–Juni 2024,” tambahnya.
Dari sisi pelabuhan muat, ekspor terbesar Batam pada Juni 2025 dilakukan melalui Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai mencapai US$ 1.098,43 juta, atau menyumbang mayoritas dari total ekspor bulan tersebut. Disusul oleh Pelabuhan Sekupang (US$ 207,35 juta), Kabil/Panau (US$ 172,29 juta), dan Belakang Padang (US$ 69,23 juta).
Secara kumulatif Januari–Juni 2025, Pelabuhan Batu Ampar juga masih menjadi pelabuhan utama dengan nilai ekspor US$ 7.016,84 juta, diikuti Sekupang (US$ 1.304,32 juta), Kabil/Panau (US$ 870,59 juta), Belakang Padang (US$ 404,35 juta), dan Bandara Hang Nadim (US$ 37,63 juta). Kelima titik tersebut menyumbang 99,71 persen dari total ekspor Batam.
Volume ekspor melalui Batu Ampar pada Juni tercatat sebesar 145,05 ribu ton, turun 11,30 persen dibandingkan Mei. Namun, secara kumulatif sepanjang Januari–Juni, volume ekspor naik 25,42 persen menjadi 905,82 ribu ton, menjadikan Batu Ampar sebagai pelabuhan dengan kontribusi volume ekspor terbesar, yakni 39,91 persen. (*)
Reporter: Rengga



