Kamis, 29 Januari 2026

Amsakar Akui Emosi Hadapi Demo Air Bersih: Demo Kali Ini Aneh!

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Amsakar Achmad saat menghadapi aksi unjuk rasa warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar. F.m Sya’ban

batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik atas sikap emosionalnya saat menghadapi aksi unjuk rasa warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, yang memprotes krisis air bersih di depan Kantor BP Batam, pekan lalu.

‎Amsakar menegaskan, reaksi emosional tersebut merupakan yang pertama sepanjang perjalanan kariernya di pemerintahan.

‎“Selama 27 Tahun ini pernah gak saya seperti itu,” kata Amsakar sambil mengangguk dan tersenyum kecil saat ditemui Rabu (28/1) siang

‎Ia menekankan, selama 27 tahun mengabdi di pemerintahan, dirinya tidak pernah merespons aksi massa dengan emosi seperti yang terjadi dalam demo warga Tanjung Sengkuang.

Baca Juga: Polisi Temukan 19 Akun Sebar Ujaran Kebencian Bernuansa SARA Usai Demo Air Bersih

‎Saat ditanya apa yang menjadi pemicu sikap tersebut, Amsakar mengaku telah melakukan evaluasi dan mencoba memahami berbagai bentuk aksi yang selama ini ia hadapi. Namun, ia menilai aksi kali ini memiliki pola yang berbeda dari biasanya.

‎“Yang ini agak aneh. Saya kan setiap saat terima rekan-rekan mahasiswa. Forum yang paling tepat barangkali di dialog. Biasa kalo demo sudah menyampaikan pendapat kita respon lalu ada petisi,” ujarnya.

‎Menurut Amsakar, ketika pemerintah sedang berbicara dan membuka ruang komunikasi, maka forum yang digunakan seharusnya audiensi. ‎“Kalo kita sedang berbicara itu forumnya audiensi. Sadakallahullazim,” kata dia.

‎Di tengah polemik tersebut, Amsakar menyebut pihaknya kini fokus melakukan langkah konkret di lapangan. Ia mengaku telah menginstruksikan jajaran BP Batam untuk turun langsung ke wilayah-wilayah yang terdampak krisis air bersih.

‎“Semalam saya minta buk Tuty (Deputi Pelayanan Umum) hari Jumat dengan pak Yus supaya turun dulu ke Tanjung Uma. Kemarin juga ada tim pendahuluan turun ke Tiban Taman Sari Hijau,” kata dia.

‎Amsakar menyebut, saat ini terdapat sekitar 18 titik wilayah di Batam yang mengalami kesulitan air bersih. Seluruh titik tersebut mulai didatangi tim BP Batam agar kondisi di lapangan dapat dilihat secara langsung dan penanganannya disesuaikan dengan kebutuhan warga.

‎“Kalo harus di angkut tujuh truk ya tujuh truk. Kira-kira begitu,” ujar Amsakar.

Baca Juga: Agung Widodo Jabat Kepala Bea Cukai Batam

‎Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa BP Batam mengklaim tengah menggeser pendekatan dari sekadar respons administratif ke upaya penanganan langsung di lapangan, di tengah meningkatnya tekanan publik atas krisis air bersih yang berkepanjangan di sejumlah wilayah Kota Batam.

‎Sementara itu, kondisi yang sama disampaikan Moddin Liwang, Ketua RW 02 Tanjung Sengkuang, Batuampar. Ia menyebut pasokan air bersih di wilayahnya sudah mulai kembali normal usai paska demo di depan kantor BP Batam pekan lalu

‎“Kalau di RW 02 sudah aman,” katanya singkat saat dihubungi.(*)

ReporterM. Sya'ban

Update