Minggu, 25 Januari 2026

Amsakar Beri Sinyal Penataan Ulang Pengelolaan Bandara Hang Nadim

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Suasana arus mudik di Bandara Hang Nadim. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memberikan sinyal kuat bahwasanya pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim akan mengalami penataan ulang. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (9/7) kemarin.

Dalam paparannya, dia menyinggung berbagai transformasi yang tengah digalakkan BP Batam, termasuk menyangkut tata kelola aset strategis seperti lahan, pelabuhan laut, hingga bandara.

“Transformasi ini termasuk soal tata kelola bandara. Bandara ini sudah masuk tahun keempat masa transisinya, dari BUBU (Badan Usaha Bandar Udara) menjadi BIB (Bandara Internasional Batam),” kata Amsakar, di hadapan anggota dewan.

Kata dia, sejak awal ada rencana kerja sama dengan tiga konsorsium besar: Incheon dari Korea Selatan, Angkasa Pura, dan Wijaya Karya. Akan tetapi, realisasinya tak berjalan seperti yang dirancang.

“Konon ceritanya Incheon ada di dalamnya, Angkasa Pura ada di dalamnya, Wijaya Karya juga ada di dalamnya. Tapi pada praktiknya hari ini? Singkatnya, kami tak ingin mempersoalkan masa lalu, kami ingin memperbincangkan masa depan. Lebih bagus kita tata ulang soal di bandara ini,” katanya.

Meskipun belum menjelaskan secara detail bentuk penataan ulang bandara, pernyataan ini menjadi sinyal penting arah kebijakan pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim ke depan akan berubah.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya evaluasi besar terhadap proyek transformasi Bandara Hang Nadim yang semula digadang-gadang menjadi proyek modernisasi berbasis kerja sama internasional.

Tak hanya soal bandara, BP Batam sedang bersiap mengambil alih pengelolaan pelabuhan laut yang sebelumnya dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Ia menilai skema kerja sama yang mewajibkan mitra mencari pendanaan dari berbagai sumber, termasuk dana reksa, justru kurang efisien.

“Setelah kita pelajari, kenapa tidak BP Batam saja yang kelola langsung? Itu juga akan kami ambil alih. Saat ini sedang dalam tahap pembahasan MoU dan PKS-nya,” kata Amsakar.

Transformasi lain yang tak kalah penting adalah dalam sistem perizinan. Ia menyampaikan perlunya penyederhanaan dan perbaikan tata kelola agar lebih efisien dan mendukung iklim investasi.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Amsakar Achmad dan wakilnya, Li Claudia Chandra, dalam memperkuat peran BP Batam sebagai institusi yang tidak hanya memfasilitasi investasi, tetapi juga mengelola langsung aset-aset vital secara profesional dan transparan. (*)

Reporter: Arjuna

Update