
batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dikabarkan telah mendapat mandat untuk menggantikan Muhammad Rudi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Kepri.
Kabar ini sekaligus menandai pergeseran peta politik di tubuh NasDem Kepri, setelah Rudi tak lagi memegang jabatan publik maupun struktural partai pasca dua periode memimpin Batam serta kalah dalam kontestasi Pilgub Kepri lalu.
Sebelumnya, Amsakar menjabat Ketua DPD Partai NasDem Kota Batam. Kenaikannya ke level provinsi disebut-sebut sebagai langkah strategis partai untuk memperkuat basis dukungan di Kepri, khususnya setelah dinamika politik belakangan ini menempatkan Rudi dalam posisi yang relatif lemah.
Saat dimintai konfirmasi, Amsakar tidak secara gamblang membenarkan. Meski begitu, ia memberikan sinyal kuat bahwa memang telah ditetapkan sebagai Ketua DPW NasDem Kepri.
“Soal itu pada saat pelantikan aja saya sampaikan,” katanya, Minggu (7/9).
Namun, ia menambahkan pernyataan yang menguatkan rumor tersebut. “Nanti saja saya sampaikan, tapi InsyaAllah betul (ditetapkan sebagai Ketua DPW NasDem Kepri),” katanya singkat.
Ditanya kapan pelantikan akan dilakukan, dirinya kembali memilih untuk menahan informasi lebih jauh. “Belum lagi. Nanti aja, ya,” lanjutnya.
Belum ada keterangan resmi dari DPP Partai NasDem terkait jadwal pelantikan maupun alasan pergantian kepemimpinan di DPW Kepri. Namun, sumber internal partai menyebut, keputusan ini merupakan bagian dari konsolidasi menyongsong Pemilu 2029 mendatang.
Pengalihan kursi DPW NasDem Kepri dari Rudi ke Amsakar disebut-sebut sebagai bentuk penegasan arah baru partai di daerah. Selama ini, Rudi dikenal sebagai tokoh dominan, tapi kekalahannya di Pilgub serta absennya jabatan publik membuat pengaruhnya menurun.
Sebaliknya, Amsakar justru tengah berada di puncak karier politik. Selain sebagai Wali Kota Batam, ia juga menjabat Kepala BP Batam yang memiliki otoritas besar. Posisi ganda ini menjadikannya figur vital dalam percaturan politik sekaligus ekonomi di Kepri.
Langkah ini juga diperkirakan akan meredam rivalitas internal yang sempat muncul dalam tubuh NasDem Kepri. Amsakar dipandang mampu menjembatani kepentingan antar-faksi, terutama antara kubu lama yang berafiliasi dengan Rudi dan kelompok baru yang mendukung pembaharuan bersamanya.
Pengangkatan Amsakar juga akan berimplikasi pada dinamika koalisi di tingkat lokal. Dengan kendali NasDem di tangan wali kota aktif, peta dukungan untuk Pilgub Kepri 2029 maupun Pilwako Batam berikutnya diprediksi bakal berubah signifikan.
Meski demikian, masih ada tantangan besar: bagaimana Amsakar menjaga keseimbangan antara perannya sebagai kepala daerah, pimpinan BP Batam, dan ketua partai. Selain itu, relasi personal-politik dengan Rudi–yang sebelumnya menjadi patron politiknya–juga bakal diuji. (*)
Reporter: Arjuna



