Kamis, 15 Januari 2026

Amsakar Dorong Batik Batam Jadi Sumber Ekonomi Baru di Tengah Dominasi Industri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Walikota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, Ketua Dekranasda Batam Erlita Amsakar, Nenny Dwiana Nyanyang berfoto dengan para model pada acara pembukaan Batam Batik Fashion Week 2025 di Dataran Engku Putri Batam Center, Kamis (2/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dalam geliat industri dan investasi yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Batam, Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mulai menenun arah baru pembangunan kota: memperkuat ekonomi kreatif sebagai poros pertumbuhan masa depan.

Langkah itu terlihat dalam gelaran Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2025 yang berlangsung meriah di Dataran Engku Putri, Batam Center, Sabtu (4/10) malam. Acara ini menjadi simbol kebangkitan karya lokal sekaligus ajang promosi ekonomi kreatif, di mana para desainer, pelaku UMKM, dan pengrajin batik Batam tampil percaya diri memamerkan karya terbaik mereka.

Tidak hanya model profesional yang berjalan di atas catwalk, Amsakar beserta istrinya, Erlita Amsakar, juga tampil mengenakan batik khas Batam bernuansa modern. Sejumlah kepala OPD, anggota DPRD, dan tokoh masyarakat turut ambil bagian.

Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1 Juta Orang

Amsakar menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam yang berhasil menyukseskan penyelenggaraan BBFW 2025.

“BBFW bukan hanya ajang fashion, tapi wadah untuk memperkuat nilai ekonomi para pelaku kreatif di Batam. Kegiatan seperti ini memberi multiplier effect yang besar bagi pengrajin batik, UMKM, dan IKM,” ujar dia.

Ia menilai, geliat batik Batam kini mulai terasa nyata. Sejak peluncuran Batik Barelang dua bulan lalu, omzet pengrajin lokal meningkat pesat hingga mencapai Rp1,4 miliar. Angka itu membuktikan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik dan didukung penuh oleh pemerintah.

Lebih jauh, Amsakar ingin menjadikan batik Batam sebagai identitas dan ikon ekonomi daerah. Dengan karakter motif yang merepresentasikan semangat maritim, modernitas, dan multikulturalisme, batik Batam diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga menautkan pengembangan batik dengan potensi pariwisata Batam yang terus tumbuh. Tahun 2024, Batam mencatat kunjungan 1,3 juta wisatawan mancanegara dan 3,3 juta wisatawan domestik, total 4,6 juta orang. Menurutnya, jika setiap wisatawan membawa batik Batam sebagai cendera mata, maka dampak ekonominya akan luar biasa.

“Bayangkan kalau setiap wisatawan membeli selembar batik Batam, itu bukan hanya penjualan, tapi juga promosi yang akan membawa nama Batam ke dunia,” kata Amsakar.

Baca Juga: Ibu dan Bayi Nyaris Jadi Korban Ambruknya Ruko di Tanjungriau

Ia pun mengajak sektor perhotelan, restoran, dan pelaku industri lainnya untuk bersama menjadikan batik Batam sebagai bagian dari identitas kota. Sinergi antar sektor diyakininya akan memperkuat pondasi ekonomi kreatif dan mengurangi ketergantungan Batam pada industri manufaktur semata.

Amsakar juga menyebut antusiasme masyarakat pada BBFW 2025 sebagai tanda bahwa Batam siap bergerak ke babak baru: dari kota industri menuju kota kreatif yang berdaya saing dan berkarakter.

“Saya bahagia melihat semangat masyarakat malam ini. Batik Batam telah menjadi kebanggaan kita bersama, ikon ekonomi baru yang lahir dari tangan-tangan kreatif warga Batam,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Update