
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menunjukkan ketegasan sikap terhadap praktik tidak terpuji yang masih terjadi di lingkungan pemerintah.
Dia mengaku geram setelah mendengar ada oknum yang berani menyeret namanya serta Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, demi mendapatkan proyek pemerintah.
“Saya marah sekali. Ada oknum yang seret nama saya dan Bu Wakil untuk dapat proyek,” kata Amsakar, saat memberikan sambutan dalam pelantikan pejabat di Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Kamis (13/11).
Dia meminta agar tim teknis di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak menoleransi praktik semacam itu. Jika ditemukan kontraktor atau pihak tertentu yang menggunakan nama pejabat untuk melobi proyek, maka langsung dicoret dan diblacklist dari proses lelang.
Baca Juga: Panas Telinga Amsakar Mendengar, Siap Bongkar Pejabat Tak Loyal di Pemko Batam
“Saya tidak mentoleransi hal-hal begini. Kerja dengan negosiasi embel-embel seperti ini tidak perlu ada, dan merusak. Jika ditemukan, langsung saja tidak usah dimenangkan. Saya tegas soal ini,” ujarnya.
Menurutnya, upaya mengatasnamakan pejabat merupakan bentuk pelanggaran integritas dan mencederai sistem birokrasi yang sudah berupaya dibangun lebih transparan. Dalam pemerintahan yang ia pimpin bersama Li Claudia, setiap proyek harus melalui mekanisme dan tahapan yang sesuai aturan.
“Untuk mendapatkan pekerjaan itu ada tahapan yang harus dilewati. Metode-metode membawa nama pejabat tidak seharusnya terjadi,” kata dia.
Amsakar mengaku sudah jengah mendengar kabar praktik seperti itu. Karena itu, dia meminta seluruh pejabat teknis dan panitia lelang agar tidak menggubris siapapun yang mengatasnamakan wali kota atau wakil wali kota.
“Saya tegaskan sekali lagi kepada tim teknis agar tidak menggubris hal yang beginian. Jangan sampai merusak sistem birokrasi yang sudah terbangun selama ini,” katanya.
Baca Juga: Kerap Diancam dan Dianiaya Saat Hamil, Warga Batuaji Kehilangan Bayi yang Lahir Prematur
Pemerintahan saat ini tengah berupaya menciptakan iklim birokrasi yang bersih dan profesional. Segala bentuk intervensi pribadi atau upaya membawa nama pejabat hanya akan menghambat reformasi yang sedang dijalankan.
Amsakar juga menegaskan, bahwa dirinya dan Li Claudia ingin membangun Batam “di atas rel yang benar”, tanpa praktik titip proyek atau intervensi kepentingan politik.
“Saya dan Bu Wakil ingin menghadirkan pemerintahan yang berbeda dari zaman sebelumnya. Jadi jangan pandai-pandai pula bawa nama kami, apalagi untuk mendapatkan proyek,” ujar dia. (*)
Reporter: Arjuna



