Rabu, 14 Januari 2026

Amsakar Harap LAM Geliatkan Peran, Jaga Marwah dan Bangun Kebersamaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Amsakar saat menghadiri pelantikan pengurus LAM Kecamatan se-Kota Batam masa khidmat 2025-2030. (Humas Pemko Batam untuk Batam Pos)

batampos – Nuansa adat Melayu kental terasa dalam pelantikan pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan se-Kota Batam masa khidmat 2025-2030. Acara berlangsung khidmat di Gedung LAM Kota Batam, Nong Isa “Istana Besar Madani”, Minggu (24/8).

Prosesi adat seperti tabal, tepuk tepung tawar, hingga mencium Al-Qur’an mengiringi jalannya pengukuhan. Rangkaian tersebut menghadirkan suasana sakral sekaligus menegaskan bahwa LAM bukan sekadar organisasi, melainkan lembaga yang memiliki akar budaya mendalam.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, hadir membuka secara resmi Rapat Kerja LAM yang digelar beriringan dengan pelantikan. Kehadiran Forkopimda, tokoh adat, serta perwakilan dari berbagai kecamatan semakin menambah khidmat acara.

Dia menyampaikan ucapan selamat kepada para datuk yang baru saja dilantik. Ia menyebut, pelantikan kali ini memiliki makna lebih, karena diiringi dengan rapat kerja yang akan menentukan arah LAM ke depan.

“Atas nama saya pribadi bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta Forkopimda, saya mengucapkan syahbas dan tahniah kepada para datuk yang hari ini resmi mengemban amanah,” ujarnya.

Menurutnya, pengurus LAM di kecamatan memegang peranan penting dalam menjaga marwah organisasi. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diterima bukan hanya penghormatan, tetapi juga amanah besar yang menuntut tanggung jawab.

“Yang hari ini menerajui kepemimpinan LAM di tingkat kecamatan masing-masing hendaknya menjaga marwah lembaga dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Tanggung jawab itu bersifat psikologis dan spiritual. Prosesi adat yang dilakukan saat pelantikan harus dimaknai lebih dari sekadar seremonial, melainkan pengingat bahwa kepemimpinan dijalankan dengan kesadaran penuh.

Amsakar juga meminta agar pengurus baru menjadikan LAM semakin menggeliat, membumi, serta membangun interaksi yang konstruktif. LAM, katanya, harus hadir bukan hanya dalam upacara adat, melainkan juga dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.

Sajah LAM Kecamatan ikut merepresentasikan wajah LAM Kota Batam. Jika pengurus di tingkat bawah solid dan kompak, maka citra LAM di tingkat kota pun akan semakin baik.

“Kalau baik di bawah, maka baik pula citra di atas. Saya percaya, semakin kokoh kebersamaan di tingkat bawah, maka semakin baik pula wajah LAM di tingkat kota,” kata dia.

Selain itu, ia juga harapkan konsolidasi internal pasca pelantikan dilakukan. Perbedaan pendapat wajar muncul dalam forum resmi, tetapi setelah keputusan diambil, semua pihak harus bersatu untuk melaksanakannya.

“Perbedaan pendapat wajar di forum resmi. Tapi setelah ada keputusan, mari hormati bersama. Jangan ada suara yang saling menegasikan,” ujar Amsakar.

Ia juga mengingatkan agar program kerja LAM Kecamatan selaras dengan kebijakan LAM Kota Batam. Dengan begitu, arah organisasi berjalan serasi dari tingkat kota hingga ke kecamatan.

Lalu, ia mendorong agar LAM Kecamatan menjalin kebersamaan dengan tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, hingga unsur TNI-Polri. Kolaborasi ini, menurutnya, penting untuk menjaga keharmonisan dan marwah lembaga.

Amsakar pun berharap LAM dapat mendukung penuh kebijakan Pemko Batam maupun BP Batam. Namun ia menyampaikan, ruang kritik dan masukan tetap harus terbuka demi kebaikan bersama.

“Kalau ada yang kurang tepat, jangan ragu sampaikan kepada saya. Kita saling jaga,” ujarnya.

Dengan dukungan pengurus baru dan semangat kebersamaan, Amsakar optimistis LAM akan semakin disegani. “Saya berharap rapat kerja ini melahirkan program yang terukur, bermanfaat, dan sejalan dengan arah kebijakan LAM Kota Batam,” tambahnya.

Reporter: Arjuna

Foto: Amsakar saat menghadiri pelantikan pengurus LAM. (Humas Pemko Batam untuk Batam Pos)

Update