
batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memastikan tidak ada aktivitas impor beras ke Batam, baik dalam satu tahun terakhir maupun dua hingga tiga tahun sebelumnya. Seluruh beras yang beredar di Batam dipastikan berasal dari produksi dalam negeri.
“Dari Direktorat Lalu Lintas Barang, kami tidak pernah mengeluarkan izin impor. Artinya, komoditas beras yang ada di Batam ini adalah komoditas dalam negeri,” katanya, Selasa (6/1).
Penegasan tersebut disampaikannya menyusul isu yang sempat berkembang terkait dugaan masuknya beras impor ke Batam. Bahkan, ia mengaku telah dipanggil langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag), Amran Sulaiman.
“Saya sudah cek langsung dokumen di kawasan FTZ maupun di DDP (Delivery Duty Paid). Tak ada kegiatan importasi beras ke Batam,” ujar dia.
Baca Juga: Harga Beras di Pasaran Batam Naik, Pedagang Makanan Ikut Menaikkan Harga
Meski demikian, ia mengaku adanya kebutuhan khusus masyarakat Batam terhadap beras premium. Saat itu, stok Bulog masih didominasi beras medium, sementara permintaan pasar mengarah pada beras premium.
“Kami minta dukungan ke pemerintah pusat agar Batam disuplai beras premium. Alhamdulillah, permintaan tersebut direspons cepat,” kata Amsakar.
Pada Rabu, 26 November 2025, Batam menerima pengiriman tahap pertama sebanyak 48 ton beras premium merek Befood Sentra Ramos dan Befood Punabawan dari Sentra Pengolahan Beras (SPB) Subang melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Di hari yang sama, dilakukan pengiriman tahap kedua sebanyak 8 ton beras Befood Punabawan dari Lampung.
Tak hanya itu, Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat juga dijadwalkan mengirimkan sekitar 4.000 ton beras kemasan 50 kilogram dengan kadar broken 15 persen ke Batam. Pengiriman tersebut sempat terkendala pada proses pencarian transporter atau alat angkut yang bersedia masuk ke Batam.
Baca Juga: Amsakar Dorong Partisipasi Publik Tentukan Arah Pembangunan Batam
“Namun setelah kami bertemu Menteri Pertanian, kesimpulan saya jelas. Dengan pasokan yang sudah masuk dan yang akan dikirim, cadangan beras premium Batam InsyaAllah aman,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, fluktuasi harga pangan strategis saat ini bukan terjadi pada komoditas beras, melainkan pada cabai, ayam, dan telur.
“Untuk beras, kami pastikan situasinya terkendali,” katanya. (*)



