Minggu, 8 Maret 2026

Amsakar Ungkap Akar Krisis Air Batam, 18 Stress Area Kini Dilayani 34 Armada Tangki

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mobil tangki saat menyalurkan air bersih ke warga Tanjung Sengkuang Batuampar, Minggu (1/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Persoalan pelayanan air bersih yang dikeluhkan masyarakat Batam disebut sebagai akumulasi masalah yang tidak tertangani sejak beberapa tahun sebelumnya. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan saat ini terdapat sedikitnya 18 wilayah yang mengalami tekanan pelayanan air atau yang disebut sebagai stress area.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat berada di Sagulung saat menanggapi keluhan masyarakat terkait distribusi air bersih yang tidak lancar. Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan akibat persoalan yang tidak diantisipasi sejak lama.

“Bapak ibu sekalian, sebenarnya apa yang terjadi ini adalah akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya yang belum diantisipasi. Ada 18 stress area yang masyarakatnya sering mengalami air tidak lancar,” ujar Amsakar.

Baca Juga: Ekonomi Batam Menguat, Triwulan IV 2025 Tembus 7,49 Persen

Ia menjelaskan, jika sejak awal persoalan di wilayah tersebut diantisipasi secara bertahap, maka dampaknya tidak akan sebesar yang terjadi sekarang. Namun karena tidak dilakukan penanganan secara sistematis, akhirnya persoalan itu muncul bersamaan pada masa kepemimpinannya.

“Kalau sebelumnya diantisipasi, misalnya setiap tahun ditangani secara bertahap, mungkin tidak akan muncul sekaligus seperti sekarang. Tapi karena itu tidak dilakukan, akhirnya muncul sekarang,” katanya.

Selain persoalan lama, Amsakar juga menyebut meningkatnya investasi dan pertumbuhan kawasan di Batam turut mempengaruhi kebutuhan air bersih masyarakat. Bertambahnya aktivitas industri dan permukiman menyebabkan kebutuhan air meningkat sementara debit yang tersedia terbatas.

“Tambah lah kebutuhan air karena investasi yang terus masuk. Ini menyebabkan kebutuhan meningkat sementara debit air yang ada berkurang,” jelasnya.

Setelah memetakan 18 wilayah yang mengalami tekanan pelayanan air tersebut, BP Batam kemudian mengundang berbagai pihak terkait untuk mencari solusi. Mulai dari pengelola SPAM, PT Moya Indonesia, hingga pihak yang menangani sektor hulu dan hilir sistem air bersih.

“Setelah kita petakan 18 stress area itu, kami tidak punya pilihan lain. Saya undang PT Moya, SPAM, pihak hulu dan hilir serta semua pihak terkait untuk duduk bersama mencari solusi,” ungkapnya.

Baca Juga: THR Harus Dibayarkan Paling Lambat H-7, Tidak Boleh Dicicil

Sebagai langkah cepat, BP Batam menyiapkan distribusi air bersih menggunakan armada mobil tangki guna memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama selama bulan Ramadan. Menurut Amsakar, langkah ini dilakukan agar warga tetap mendapatkan akses air bersih.

“Puasa ini kita minta jangan ada lagi masyarakat Batam yang tidak mendapatkan air bersih. Alhamdulillah, 18 stress area ini sementara diback up dengan armada angkutan air,” katanya.

Saat ini BP Batam memiliki 11 armada mobil tangki air. Namun untuk memenuhi kebutuhan distribusi, BP Batam menambah armada dengan menyewa 19 unit sehingga total menjadi 30 armada. Bahkan tambahan empat truk modifikasi dengan tandon air juga disiapkan untuk membantu distribusi.

“BP Batam punya 11 armada, kebutuhan kita 30. Jadi kita sewa 19 armada. Masih kurang empat, maka kita gunakan truk modifikasi dengan tandon air. Jadi total ada 34 armada yang melayani 18 stress area ini,” jelas Amsakar.

Dengan armada tersebut, distribusi air bersih dilakukan setiap hari dengan jumlah pengangkutan mencapai lebih dari seratus trip untuk melayani masyarakat di berbagai wilayah terdampak. Meski demikian, Amsakar menegaskan langkah ini hanya bersifat sementara.

“Solusi ini berjalan dengan baik sampai saat ini, tetapi ini bukan solusi permanen. Karena itu saya minta dilakukan addendum kontrak kerja agar mitra kita bisa mengatasi persoalan air bersih ini secara permanen ke depan,” tegasnya. (*)

SALAM RAMADAN