
batampos – Puluhan orangtua calon siswa yang tidak diterima di SMAN 3 Batam mendatangi kantor Wali Kota Batam, Selasa (5/7). Kedatangan langsung disambut Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri.
Ia menjelaskan kedatangan orangtua ini guna meminta bantuan, karena anak mereka tidak lolos seleksi PPDB di SMAN 3 Batam. Total anak yang tidak lolos seleksi berdasarkan data adalah 80 orang anak.
Meskipun wewenang SMA berada di bawah Pemerintah Provinsi Kepri, pihaknya akan berupaya melanjutkan laporan dan aksi orangtua kepada Wali Kota Batam, Wakil Gubernur, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Setelah berdialog dengan orangtua, mantan Kepala Dinas Perhubungan Batam ini menyebutkan beberapa alasan anak mereka tidak diterima, salah satunya karena zonasi atau tempat tinggal mereka, dan ada juga karena persoalan alamat mereka yang bukan menggunakan KTP Batam.
“Jadi nanti akan kami bantu untuk pengurusan surat pindah alamat atau yang dibutuhkan. Selanjutnya keputusan terkait nasib puluhan orangtua ini akan disampaikan kepada pimpinan,”‘ujarnya.
Yusfa mengungkapkan sebagian anak sudah diterima di sekolah lain seperti SMAN 15 Batu Besar, SMAN 21 Punggur, namun karena jarak rumah mereka cukup jauh, orangtua ini meminta agar anaknya tetap diterima di SMAN 3 Batam.
“Nah, persoalan ini lah yang akan kami sampaikan ke provinsi nanti. Semoga nanti ada jawaban terbaik bagi orangtua ini. Sejatinya kami sebagai pemerintah daerah ingin anak-anak mendapatkan hak pendidikan. Jadi jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Untuk itu kami berupaya mencarikan solusi, walaupun provinsi yang menentukan,” terangnya.
Sebelumnya puluhan wali murid mendatangi SMA Negeri 3 Batam. Keluhan mereka anaknya tak lolos Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 3. Ada jalur zonasi, afirmasi, dan prestasi.
Orangtua siswa, Ana Rahmawati yang dijumpai di depan SMAN 3 Batam, mengatakan tujuan untuk menemui pihak sekolah, untuk meminta jawaban terkait nasib anaknya. Putrinya tidak lolos PPDB di SMAN 3 Batam, dan terlempar ke SMAN 15 Batam yang berada di Nongsa.
“Jauh sekali dari rumah, padahal kami tinggal di Taman Raya. Jarak rumah dari rumah ke SMAN 3 adalah 1,5 kilometer. Tapi malah terlempar ke Nongsa sana. Jarak dari rumah mau 5-10 kilometer,” kata perempuan berjilbab ini. (*)
Reporter : YULITAVIA



