Minggu, 15 Maret 2026

Anak Tak Lolos PPDB Online, Orangtua Datangi Sekolah

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD memasuki tahap pengumuman, Selasa (14/6). Banyak anak yang tidak lolos PPDB karena berbagai alasan.

F. Dalil Harahap/Batam Pos
Murid SDN 008 saat pulang sekolah, Selasa (14/6). Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SDN memasuki tahap pengumuman.

Kendala yang paling umum ditemui adalah umur yang belum genap tujuh tahun. Kendala lainnya, dokumen pelengkap PPDB seperti akta lahir dan alamat yang tidak sesuai.

Pantauan di lapangan, orangtua yang anaknya tak lolos PPDB umumnya kecewa. Mereka mengaku keberatan jika harus masuk ke sekolah swasta karena faktor biaya yang mahal.
Mereka pun ramai-ramai mencari solusi lain dengan berbagai cara.

Ada yang mendatangi sekolah yang dituju, menyampaikan ke perangkat RT/RW, komite sekolah, bahkan ada yang nekat ke kantor Dinas Pendidikan Kota Batam. Mereka umumnya berharap agar anaknya kembali diterima di sekolah yang didaftar sebelumnya.

”Kemarin RT/RW sudah minta data anak yang mau masuk SD, makanya hari ini saya coba informasi ke RT/RW semoga anak saya bisa diterima melalui kuota lainnya,” ujar Yusril, warga Sagulung Baru yang anaknya tak lolos PPDB di SDN 01 Sagulung.

Tekad dan usaha para orangtua yang anaknya tak lolos PPDB ini diapresiasi pihak sekolah. Namun, pihak sekolah belum bisa mengambil keputusan apapun sebab itu wewenang Disdik Kota Batam.

Pihak sekolah menyarankan agar anak-anak yang tak lolos PPDB bersama orangtuanya ke kantor Disdik Batam untuk mencari solusinya. ”Tak bisa kami ambil tindakan kalau tak ada instruksi. Tunggu ada keputusan dari Dinas dulu,” ujar seorang guru di SDN 01, Sagulung.

Meskipun banyak yang kecewa, namun proses penyampaian pengumuman PPDB ini berjalan aman dan tertib. Pihak kepolisian juga turun mengawasi di lokasi sekolah. Polsek Sagulung misalnya. Melapor tak ada gejolak yang berarti di lingkungan sekolah yang ada sepanjang hari kemarin.

”Aman, anggota siaga di lapangan,” ujar Kapolsek Sagulung, Iptu Nyoman Ananta Mahendra.

Walikota Batam Janji Siapkan Solusi

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berjanji menyiapkan solusi bagi anak yang tidak lolos seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang sekolah dasar (SD) negeri. Diperkirakan total anak yang tidak tertampung mencapai ribuan orang.

Ia mengatakan, setelah semua proses selesai, panitia sudah mengumumkan siswa yang diterima berdasarkan rencana daya tampung (RDT). Hasilnya, tentu tidak semua bisa tertampung, karena keterbatasan jumlah fasilitas yang tersedia.

”Nanti saya akan ambil kebijakan untuk mereka. Sekarang kan sudah diumumkan berdasarkan juknis yang sudah ada. Saya tunggu laporan Disdik, baru bisa saya petakan apa solusi untuk mereka ini,” ujarnya saat dijumpai di Mas-jid Agung, Batam Center, Senin (14/6).

Ia menegaskan, setiap masalah yang ada harus diselesaikan dan dicarikan solusi terbaik. Perkiraan ada sekitar seribu orang yang tidak lolos seleksi, karena kuota terbatas.

Untuk itu, setelah ini, pihaknya bersama Forkopimda akan duduk bersama dan membahas, serta mencarikan pemecahan masalah calon peserta didik yang tidak terakomodir tersebut.

”Selesaikan dulu tahap ini. Secepatnya akan dicarikan solusinya,” ujarnya.
Selanjutnya, usai tahap peng-umuman PPDB, siswa akan melanjutkan tahap pendaftaran ulang 16-18 Juni nanti. Sekolah membuka waktu dua hari untuk pengecekan berkas syarat untuk PPDB di masing-masing sekolah.

Ketua PPDB SD 010 Batam Kota, Mukhtar, mengatakan, pengumuman sudah ditempel di depan sekolah. Orangtua juga ada datang mengecek langsung atau melalui aplikasi pendaftaran.

”Alhamdulillah, setelah dibuka lima hari total siswa yang lolos 180 orang. Angka ini sesuai dengan RDT (rencana daya tampung) yang ada,” kata dia.

Berdasarkan hasil seleksi sebanyak 57 pendaftar tidak lolos seleksi. Hal ini didapatkan setelah panitia melakukan seleksi berdasarkan jalur yang telah ditentukan. Mereka yang tidak lolos sudah diberikan penjelasan.

”Kami sudah laporkan kepada Disdik, semoga ada jalan keluar bagi mereka yang tidak lolos ini. Kepada orangtua juga sudah kami sampaikan. Pihak sekolah berupaya melaksanakan seleksi sesuai dengan juknis,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekolah yang ada hanya mampu menampung 11.564 Siswa. Sementara yang mendaftar mencapai 12.608 siswa. Dengan demikian, ada 1.044 tak tertampung di sekolah dasar negeri yang menunggu solusi. (*)

 

 

 

Reporter : Eusebius Sara | Yulitavia
Editor : RYAN AGUNG

SALAM RAMADAN