Sabtu, 10 Januari 2026

Anak Yatim Keluhkan Fasilitas Sekolah, Li Janji Tindak Lanjuti

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Anak yatim di Batam mengeluhkan kondisi fasilitas sekolah. Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra berjanji menindaklanjuti keluhan dan memastikan akses pendidikan
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra berbincang dengan anak-anak yatim saat kegiatan penyerahan bantuan. F. Arjuna

batampos – Keluhan anak-anak yatim terkait kondisi fasilitas sekolah yang masih memprihatinkan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak, tidak hanya dari sisi kurikulum, tetapi juga sarana dan prasarana pendukung.

Komitmen tersebut disampaikan Li Claudia setelah mendengar langsung curahan hati para siswa saat penyerahan bantuan kepada anak-anak yatim di kawasan Nagoya City Walk, Kecamatan Lubukbaja, Selasa (16/12).

Dalam kegiatan itu, ia berdialog dengan para siswa dan menyerap pengalaman mereka selama mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

Sejumlah siswa tingkat SMP mengungkapkan masih terbatasnya sarana penunjang pembelajaran di sekolah.

Mereka menyebut kondisi perpustakaan yang belum memadai, minimnya perangkat teknologi pembelajaran, hingga ruang kelas yang mengalami kerusakan ringan.

Menanggapi hal tersebut, Li Claudia menyatakan keprihatinannya. Aspirasi yang disampaikan para siswa menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kelayakan fasilitas yang menunjang kenyamanan dan semangat belajar peserta didik.

“Kami tidak akan menutup mata terhadap kondisi sekolah yang berdampak langsung pada kenyamanan dan semangat belajar anak-anak,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh keluhan tersebut akan ditindaklanjuti bersama perangkat daerah terkait. Bahkan, Li Claudia secara khusus meminta para camat dan lurah untuk turun langsung memantau kondisi sekolah di wilayah masing-masing.

Langkah ini dilakukan agar persoalan fasilitas pendidikan dapat terdeteksi sejak dini dan segera ditangani sebelum mengganggu proses belajar mengajar.

Selain menampung aspirasi, Li Claudia juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap bersemangat menuntut ilmu di tengah berbagai keterbatasan.

Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar pendidikan, salah satunya melalui program bantuan perlengkapan dan seragam sekolah.

“Anak-anak harus tetap fokus belajar. Tugas kami memastikan mereka mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan mendukung masa depan mereka,” ujarnya. (*)

ReporterArjuna

Update