
Habiskan 50 Ekor Ayam dan 20 Kg Kulit Sehari
MAKAN dimanapun rasanya kurang puas bila tidak ada daging ayam. Kali ini makanan lezat nan mengundang selera dan memuaskan adalah ayam geprek di Ayam Geprek Mania di Komplek Nagoya Garden Blok G No. 6, Kampung Seraya, Batam. Atau depan The K Hotel dekat RS Harapan Bunda.
BACA JUGA: Dewi Asriani, Pemilik Zahran Cake
Harganya murah saja. Rp 16 ribu ukuran sedang, Rp 18 ribu ukuran jumbo. Ayam dijual dengan menu: Original, Sambal Pedas Manis, Sambal Limau, Sambal Kecap, Sambal Teri, dan Sambal Keju. Satu kotak plastik kulit ayam Rp 10 ribu. Karena lezat dan harganya relatif murah, pelanggannya banyak. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini buka mulai pukul 06.00-22.00 WIB.
BACA JUGA: WANDI, Pemilik Barber Shop Three Brother
”Dengan harga segitu. Pelanggan sudah mendapat nasi satu porsi, sayur selada dan aneka rasa saos,” sebut Pemilik Ayam Geprek Mania, Anggi Tio Pratama (28), di Seraya, Senin (20/3/2023).
BACA JUGA: Sayidina Ali, Pemilik Ketupat Lontong Salero Sutan
Lelaki kelahiran 12 Desember 1994 ini menambahkan, walau masih baru. Pelanggannya relatif banyak. Bisa dikatakan, ayam dan kulit yang diolah habis terjual setiap hari. Karena makin maju. Dia membuka dua cabang/ lapak baru yaitu di sekitar Pasar Toss 3000 Lubukbaja dan dikelola ayahnya Bambang (46), dengan sewa Rp 1,5 juta per bulan. Lapak Seipanas Rp 1 juta per bulan. Sedangkan di pusat usaha, lantai satu di ruko di Seraya Rp 8 juta per bulan. Rata-rata, lapak tadi meraih omset Rp 1 juta per hari. Sedangkan di ruko rata-rata mendapat omset Rp x per hari.
BACA JUGA: Indra Hidayat, Pemilik Warung Prasmanan Mama Kembar
Anak pertama dari tiga bersaudara ini mengisahkan umur 18 tahun merantau dari Lampung ke Bangka Belitung bekerja menambang timah tahun 2010-2013. Tahun 2016 awal pergi ke Batam. Tahun 2016 buka usaha ayam goreng di Piayu Pintu 3 Mukakuning. Tahun 2016 menjadi wartawan selama 3 bulan di Batam. Lalu kerja di Johor, Malaysia tahun 2017 sampai 2021. Di Johor bekerja di kebun, kilang, dan juru masak mie ramen di satu restoran. 2020 saat Pandemi Covid-19, bertemu dan menikah dengan Reni Octaviani. Anggi dan Reni pulang ke Batam tahun 2021 dan April 2021 dan buka usaha Ayam Geprek Mania di Seraya. Usaha semakin ramai dengan kehadiran puterinya, Vania Putri Ramadhani (2). Walau pendidikan SMK-nya tidak tamat, dia tak berkecil hati. Selalu belajar hal-hal baru.
Dilanjutkan Anggi, kebutuhan ayam geprek dan kulit ayam cukup banyak. Satu hari dia membeli 20 kg kulit ayam dan 50 ekor ayam. Kulit dan ayam tadi dijual di ruko, di lapak Lubukbaja dan Seipanas. Ayam dan kulit tadi diolah oleh empat karyawannya di ruko, setelah masak lalu dibawa dengan motor ke dua lapak tadi. (*)
Reporter: Suprizal Tanjung



