
batampos – Permasalahan pemadaman listrik hingga saat ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Salah satunya Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai.
Ia mengaku, hingga saat ini dirinya hampir setiap hari mendapatkan keluhan mengenai pemadaman listrik ini. Baik itu, dari kalangan pengusaha hingga masyarakat.
“Hampir setiap hari saya mendapatkan keluhan di WhatsApp,” tegasnya, Jumat (18/3).
Dilanjutkannya, permasalahan ini harus disikapi secara serius karena sangat mengganggu iklim investasi di Kota Batam. Terutama saat perekonomian Kota Batam tengah berupaya bangkit akibat pandemi Covid-19.
“bright PLN harus profesional. Masalah ini sudah hampir setiap tahun terjadi,” tegasnya.
Apalagi tambah dia, saat ini Kota Batam sudah mulai menerima wisatawan dari Singapura setelah dibukanya skema travel bubble. Sehingga dengan adanya pemadaman linstrik bergilir ini akan mempermalukan Kota Batam sebagai kawasan pariwisata.
“Wisman Singapura yang datang udah tanpa karantina di Batam, tapi ada pula pemadaman bergilir, kan malu-maluin,” tegasnya.
Ia menambahkan, dirinya sudah pernah mempertanyakan kapan selesainya pemadaman bergilir ini akan berakhir. Namun, pihak bright PLN Batam tidak bisa memberikan kepastian kapan berakhirnya pemadaman bergilir ini.
Sementara, jika ada keterlambatan pembayaran satu hari, bright PLN langsung melakukan pemutusan.
“Saya berharap pihak terkait bisa mengaudit kembali Bright PLN Batam. Tak hanya industri, warga pun juga terganggu. Ditambah lagi tarif listrik kita bukannya murah, tapi mahal,” imbuhnya. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah



