
f. Eusebius Sara / Batam Pos
batampos – 34 rumah dan bangunan di Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, rusak akibat terjangan angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (30/4) lalu. Sejumlah atap rumah beterbangan, bahkan ada yang mengalami kerusakan berat hingga penghuninya harus mengungsi.
Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Sosial telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan verifikasi. Dari hasil pengecekan awal, empat unit rumah di Perumahan Citra Renggali dinyatakan rusak berat karena atapnya hancur seluruhnya.
Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, menyatakan bahwa penanganan sementara telah dilakukan semaksimal mungkin. “Kami bersama Dinsos sudah menyiapkan tenda dan dapur umum untuk warga yang rumahnya rusak berat. Selama tiga hari, makanan dan minuman ditanggung, lalu dilanjutkan dengan bantuan sembako dari pemerintah dan beberapa anggota DPRD Kota Batam,” katanya.
Namun, untuk bantuan jangka panjang seperti perbaikan rumah, pihak kelurahan masih menunggu keputusan dari Wali Kota Batam. Hal ini karena bantuan tanggap bencana baru bisa digulirkan setelah terbit Surat Keputusan (SK) Wali Kota.
“Semua data sudah kami laporkan. Sekarang kami tinggal menunggu arahan dan keputusan dari Pak Wali Kota,” ujar Syamsuddin. Ia menambahkan, gotong royong bersama RT dan RW setempat telah dilakukan untuk memperbaiki rumah warga yang rusak ringan hingga sedang.
Selain rumah warga, dua bangunan fasilitas umum juga ikut terdampak. Salah satunya adalah gerbang perumahan dan bagian atap Sekolah Dasar Negeri (SDN) 013 Sekupang yang mengalami kerusakan akibat angin kencang.
Suhardi, salah satu warga Perumahan Citra Renggali, mengaku kaget dengan dahsyatnya angin yang datang tiba-tiba. “Anginnya kuat sekali. Banyak atap rumah terbang. Kami panik dan langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya.
Ali Akbar, Pelaksana Tugas Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Batam, menyatakan bahwa proses verifikasi kerusakan telah dilakukan. “Kami sudah mengklasifikasi rumah berdasarkan tingkat kerusakannya. Selanjutnya, kami serahkan hasil ini ke pimpinan, yaitu Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, untuk langkah lanjutan,” ujarnya.
Warga berharap keputusan Wali Kota segera keluar agar proses bantuan bisa segera dilaksanakan. Mengingat sebagian besar korban merupakan warga dengan ekonomi menengah ke bawah, bantuan tersebut menjadi sangat penting untuk memulihkan kehidupan mereka. (*)
Reporter: Eusebius Sara



