Selasa, 27 Januari 2026

Angka Kecelakaan Tinggi, Polda Kepri Gencarkan Polantas Menyapa, Kali ini di SMKN 6 Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Polisi lalu lintas memberikan praktek penggunaan helm yang baik dan benar di SMKN 6 Batam. f istimewa

batampos – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepri tengah menggencarkan program Polantas Menyapa melalui kegiatan Police Goes To School. Kali ini, kegiatan digelar di SMKN 6 Batam yang bertujuan mengedukasi para pelajar agar lebih berhati-hati dalam berkendaraan.

Dirlantas Polda Kepri Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Kepri. Berdasarkan data evaluasi sepanjang 2025, tercatat sebanyak 1.652 kasus kecelakaan lalu lintas.

“Setiap bulan, angka kecelakaan rata-rata melampaui 130 kasus. Yang sangat kami sayangkan, mayoritas korban berasal dari kalangan pelajar dan usia produktif, mulai di bawah 14 tahun hingga 25 tahun ke atas,” ujar Taufiq didepan para pelajar.

Ia menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas umumnya diawali dari pelanggaran. Faktor utama penyebabnya antara lain kurangnya kompetensi berkendara serta belum terpenuhinya legitimasi pengendara di jalan raya.

taufiq juga menyoroti masih maraknya orang tua yang memberikan fasilitas sepeda motor kepada anak di bawah umur. Menurutnya, hal tersebut berpotensi besar menimbulkan risiko kecelakaan, baik bagi pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Kemampuan dan kompetensi berkendara harus dibuktikan dengan kepemilikan Surat Izin Mengemudi. SIM hanya dapat dimiliki oleh pengendara yang telah berusia minimal 17 tahun,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa perilaku berlalu lintas mencerminkan budaya dan peradaban suatu bangsa. Ia menyebut lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan yang berpengaruh langsung terhadap kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi.

“Jika kita disiplin di jalan raya, maka aktivitas masyarakat akan berjalan lancar. Kami mengajak seluruh keluarga besar SMKN 6 Batam untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” katanya.

Taufiq mengimbau agar keselamatan dijadikan sebagai kebutuhan, bukan sekadar karena takut terhadap kehadiran petugas di lapangan.

Untuk membangun kedekatan dengan para siswa, kegiatan Police Goes To School tersebut tidak hanya diisi dengan arahan formal. Ditlantas Polda Kepri juga menggelar sesi kuis lalu lintas yang disambut antusias oleh para pelajar.

Ditlantas Polda Kepri menyerahkan helm berstandar SNI secara simbolis kepada sejumlah siswa sebagai sarana kontak sekaligus pengingat pentingnya penggunaan alat pelindung kepala saat berkendara.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Ditlantas juga mengumumkan rencana integrasi kurikulum pendidikan lalu lintas yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Melalui program Polantas Menyapa, Taufiq menargetkan peningkatan kepatuhan dan kedisiplinan berlalu lintas, pembentukan karakter pelajar, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap Polantas.

“Program ini diharapkan menjadi wujud sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan bagi generasi muda Kepri,” pungkasnya. (*)

Update