Sabtu, 31 Januari 2026

Angka Stunting di Batam Turun

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Angka stunting anak atau gizi di Kota Batam diklaim mengalami penurunan setahun terakhir. Dimana angka pada akhir Oktober 2022 angka stunting di Kota Batam tercatat hanya 2,56 persen.

Angka ini jauh turun dibanding tahun Februari 2021 lalu yang terdata 7,06 persen, kemudian di bulan Oktober 2021 turun menjadi 6,17 persen.

“Saya berterima kasih kepada seluruh tim yang sudah bahu-membahu menyelesaikan persoalan stunting di Batam sehingga angka terakhir ditahun ini hanya 2,56 persen,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/11/2022).

Menurut dia, keberhasilan menekan angka stunting secara signifkan adalah bentuk hasil kerja kolektif yang dibangun oleh berbagai pihak.

Baca Juga: Tarik Investasi Masuk, Kabiro HPP BP Batam: Sama-sama Kita Bersinergi

Seperti Puskesmas, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BKKBN, tim pendamping keluarga, hingga kader posyandu yang ada dilingkungan masyarakat.

“Ini adalah bentuk nyata kerja kolektif dari berbagai pihak. Semoga ini bisa menjadi contoh yang baik, ” jelas Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Batam itu.

Meski begitu, Pemko Batam terus meningkatkan koordinasi dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kota Batam. Koordinasi untuk menggerakan tim pendamping keluarga, kader posyandu, kader KB dan bidan untuk melakukan pendataanpendataan dan penanganan.

Baca Juga: Disebut Pipa Apkir Penyebab Suplai Air Bersih Tak Lancar, Ini Sanggahan Pihak ATB

“Secepat mungkin yang berkaitan dengan 4 hal yang utama adalah dalam managemen data,” kata Amsakar.

Adapun 4 hal yang dimaksud di antaranya mendata terhadap ibu hamil dan bayi yang mendapatkan asupan gizi tambahan serta pendampingan, membuat prosedur tetap dalam melaksanakan penanganan stuting di tingkat lurah dan camat, melakukan pertukaran database yang dimiliki antara puskesmas dan lurah, serta melengkapi data pendataan ibu hamil dan bayi dengan target sasaran.

“Melakukan pendataan anak yang mendapatkan makanan pendamping sekaligus memberikan pendampingan. Bukan hanya sekedar data saja. Melakukan pendataan dan tindaklanjut bagi balita gizi buruk kemudian keluarga yang berisiko stunting, termasuk calon pengantin,” ujar Amsakar.

Baca Juga: Pameran dan Kontes Bonsai di Batam, Ada yang Berusia 50 Tahun

Dengan begitu ia menyampaikan agar Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Batam dapat memberikan atensi lebih terhadap sistem manajemen data stunting yang merupakan Aksi 6 dalam 8 aksi konvergensi pencegahan stunting.

“Saya juga minta kepada kawan-kawan agar berikan atensi yang lebih besar pada 4 hal itu karena dari 8 rencana aksi konvergensi penanganan stunting, rencana aksi ke 6 di persoalan manajemen data itu masih harus diberikan atensi masih harus diberikan perhatian,” kata dia.(*)

Reporter: Yashinta

Update