Jumat, 13 Maret 2026

Angka Stunting Turun, Batam Kota Percontohan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Sosialisasi pencegahan stunting yang dilakukan di lingkungan SMKN I Batam, Sabtu (22/1) pagi.

batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan penurunan angka stunting saat ini merupakan peran serta semua pemangku kebijakan. Pencegahan stunting dari hulu merupakan hal yang saat ini tengah digencarkan untuk memutus mata rantai stunting pada anak.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua lini angka stunting bisa turun dari 6,02 persen menjadi 3,38 persen. Ini merupakan hasil dan kinerja bersama dalam menekan stunting,” sebutnya,” Kamis (28/7).

Ia menjelaskan persoalan stunting menjadi hal yang prioritas di Batam. Banyak anak mengalami permasalahan pertumbuhan akibat tidak mendapatkan makanan, asupan yang sesuai dengan usia mereka. Stunting ini bisa dicegah sedini mungkin.

“Melalui program yang digencarkan oleh BKKBN ada yang namanya pengecekan kesehatan tiga bulan untuk pasangan yang ingin menikah. Catin akan mendapatkan bimbingan, edukasi, serta pengetahuan terkait bagaimana mempersiapkan kehamilan, pemenuhan gizi dalam kandungan, lahiran, hingga menghadapi masa emas pertumbuhan anak,” terangnya.

Dalam pertemuan di Medan beberapa waktu lalu, ia menyampaikan komitmen bersama pemangku kebijakan untuk membantu menyukseskan program pengentasan stunting di Batam. Tidak berhenti di situ, melalui APBD, Pemko Batam juga menyiapkan program yang membantu keluarga dalam menghadapi stunting ini.

“Ada program penanggulangan seperti pemberian makanan pendamping kepada anak. Khusus untuk stunting ada perhatian khusus, agar anak ini bisa tumbuh sesuai dengan usia mereka,” jelasnya.

Sebanyak 1.632 yang berada dalam tim khusus untuk menangani persoalan stunting ini. Mereka terdiri dari berbagai bidang pekerjaan. Pemko Batam mendukung penuh dengan menugaskan petugas puskesmas untuk menjadi ujung tombak membantu Pemerintah dalam menuntaskan stunting.

“Kita upayakan dari hulu, agar anak yang lahir nanti sehat, dan bertumbuh kembang dengan baik. Mencegah dari hulu ini merupakan tindakan jitu yang saya rasa bisa berdampak besar untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas di 2045 mendatang,” papar Amsakar.

Dengan hasil yang baik tersebut, Batam juga ditunjuk menjadi salah satu kota percontohan penanganan stunting oleh Bapenas. Tentu hasil ini harus terus ditingkatkan untuk mendukung program Presiden Joko Widodo dalam menurunkan angka stunting secara nasional menjadi 14 persen di tahun 2024 mendatang.

“Kita akan bekerja terus, dan mengingatkan petugas agar kinerja yang sudah baik ini bisa ditingkatkan lagi, masih ada 3,38 persen lagi anak yang masih stunting, dan ini kerja kita bersama untuk mengentaskan persoalan stunting di Batam,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN