Minggu, 5 Juli 2026

Ansar Pastikan Tak Ada Impor Beras, Stok Kepri Masih Aman

Berita Terkait

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad,

batampos – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, memastikan hingga saat ini tidak ada permintaan untuk membuka keran impor beras ke wilayah Kepri. Menurutnya, kebutuhan pangan masyarakat masih dapat dipenuhi dari pasokan yang tersedia dan dijamin mencukupi.

Ansar mengatakan, pemerintah terus memantau ketersediaan bahan pangan pokok di seluruh kabupaten dan kota di Kepri. Berdasarkan laporan yang diterima, stok beras masih dalam kondisi aman.

“Tidak ada permintaan pembukaan keran impor. Saat ini yang terpenting adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Ansar.

Ia menjelaskan, pasokan beras yang disalurkan pemerintah melalui Perum Bulog juga masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Bulog, kata dia, telah menjamin kecukupan stok di seluruh daerah di Kepri.

“Bahan pangan utama kita sudah tersedia dengan baik. Bulog juga sudah menjamin kecukupan stok di setiap kabupaten dan kota,” katanya.

Menanggapi tingginya harga beras premium di sejumlah daerah, Ansar mengakui kondisi tersebut memang perlu menjadi perhatian bersama. Namun, ia menilai masyarakat masih memiliki alternatif dengan memanfaatkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengendalikan harga bersama-sama. Masih ada beras SPHP yang bisa menjadi pilihan masyarakat,” ujarnya.

Ansar mengajak masyarakat untuk mulai menyesuaikan pola konsumsi di tengah fluktuasi harga beras premium. Menurutnya, beralih sementara ke beras SPHP merupakan langkah yang dapat membantu menjaga pengeluaran rumah tangga tanpa mengurangi ketersediaan pangan.

“Kita hanya perlu menyesuaikan kebiasaan. Tidak masalah menggunakan beras SPHP sebagai alternatif,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Ansar, akan terus berkoordinasi dengan Bulog dan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar serta menjaga stabilitas harga di pasaran. Dengan stok yang dinilai masih mencukupi, masyarakat diminta tidak khawatir ataupun melakukan pembelian secara berlebihan. (*)

ReporterYashinta

UPDATE