batampos – Berbagai upaya dilakukan pelaku usaha pariwisata di Batam untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam. Sebab, biaya yang harus dikeluarkan wisman masih terbilang tinggi.
”Kami mati-matian meyakinkan mereka (wisman) datang ke Batam. Sebab, dari awal mereka tujuannya ke Melaka karena jauh lebih murah biayanya daripada ke Batam, tapi akhirnya mau juga ke Batam,” ujar Ripka Sembiring, pimpinan Josaphat Travel Batam, yang berhasil membawa 94 orang turis ke Batam, Sabtu (15/5/2022) lalu.
Dari 94 turis itu, 89 pemegang paspor India dan lima orang berpaspor Singapura. Ripka menjelaskan, para turis memang lebih banyak memilih ke Malaka selain karena lebih murah, juga tidak banyak syarat yang diwajibkan.

”Semudah datang ke Singapura. Ke Singapura tidak perlu lagi pakai antigen, tak ada lagi beli asuransi,” ungkap Ripka.
Sedangkan ke Batam, berdasarkan aturan pemerintah pusat, masih menerapkan permintaan antigen, pembelian asuransi.
Sehingga, hal ini membuat para turis berpikir datang ke Batam. ”Antigen di Singapura (untuk ke Batam) 35 dolar, asuransi 35 dolar, belum lagi ada harga tiket yang masih lumayan mahal, 80 dolar (yang dulunya hanya 35 dolar). Bagi pemegang paspor India, harus bayar Visa on Arrival (VoA) sebesar Rp 500 ribu,” ujarnya.
Kondisi ini membuat pelaku usaha perjalanan wisata kewalahan dan harus mencari berbagai cara utuk meyakinkan wisman agar mau ke Batam. Namun, tentunya tidak semua turis asing di Singapura maupun warga Singapura tergoda ke Batam karena memang biaya yang terlalu mahal.
Ripka pun berharap, beberapa aturan dihapuskan, agar wisman lebih tertarik lagi datang ke Batam. ”Kalau tak banyak syarat, lebih enak menjualnya, uang yang harus dikeluarkan itu bisa dibelanjakan para turis selama di Batam, itu menggerakkan ekonomi masyarakat Batam,” ujarnya.
Sementara itu, selama di Batam, para wisman ini akan menginap di salah satu hotel di Lubukbaja. Ripka mengaku sudah membuat jadwal leng-kap, kegiatan para wisman selama di Batam.
”Kami akan kunjungi beberapa destinasi wisata, lalu juga ke Vihara Maitreya, Masjid Cheng Ho, Kepri Coral. Untuk makan, saya bawa ke beberapa restoran seafood dan masakan padang. Sebelum saya lepas ke mall, saya juga anjurkan mereka untuk massage,” tutur Ripka.
Banyaknya tempat yang dikunjungi para wisman selama di Batam, kata Ripka, akan semakin menggerakkan perekonomian di sektor pariwisata. ”Ini grup pertama, jika ini sukses. Perusahaan yang menaungi para wisman ini datang ke Batam, menilai Batam pantas dikunjungi. Mungkin nantinya dari departemen lain datang, mereka berjanji akan hal itu,” ujarnya.
Namun, jika syarat yang memberatkan wisman itu tak kunjung dihapus, maka sulit pariwisata Batam untuk cepat bangkit. Ripka juga mengatakan, 94 orang wisman yang ia datangkan ke Batam itu merupakan grup turis yang terbesar datang ke Batam sejak pandemi. Sebab sejauh ini, beberapa travel hanya mampu mendatangkan wisman dalam rombongan kecil.
”Saya rasa belum ada yang sebesar ini,” katanya.
Pembelian asuransi dan tes antigen, sebelum masuk ke Batam, sudah dikeluhkan beberapa pelaku pariwisata, salah satunya Ketua Nongsa Sensation, Andy Fong. Ia me-ngatakan, jumlah wisman yang datang mulai meningkat, tapi tidak maksimal.
”Aturannya belum berubah, masih meminta syarat antigen dan asuransi,” tuturnya. Ia berharap ada perubahan aturan, sehingga semakin memaksimalkan orang datang ke Batam.
Hal senada diucapkan Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar. Ia mengatakan bahwa permasalahan ini sudah dibicarakan dengan kementerian terkait. Tapi, belum ada perubahan atas Surat Edaran No 17, yang mengatur syarat masuknya Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).
”Kami juga meminta terkait bukan pemegang paspor non Singapura, dan bermukim kurang dari 14 hari tidak perlu diminta tes PCR,” ungkap Buralimar.
Jika aturan ini ditiadakan, Buralimar menyebut ada potensi wisman yang berlibur ke Singapura dapat menyeberang atau berlibur sehari atau dua hari ke Kepri. ”Tentunya ini menambah jumlah wisman yang datang ke Kepri,” kata dia.
Banyak Event Dipusatkan di Batam
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, melalui berbagai forum komunikasi dengan kepada daerah dan pelaku wisata antardaerah, pihaknya berupaya memperkenalkan Batam dan meyakinkan daerah lain untuk menggelar pertemuan dan kegiatan.
Batam, lanjutnya, sangat didukung fasilitas, akses, pusat oleh-oleh, kuliner, dan hal lainnya yang bisa menjadi daya tarik bagi daerah lain untuk menggelar kegiatan mereka. Selain itu, pihaknya juga mencoba mengambil event nasional yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar dan Ekraf).
”Alhamdulillah, meskipun belum banyak, namun sejumlah event nasional dipastikan digelar di sini. Kegiatan yang mendatangkan pendatang ke Batam bisa menjadi peluang pemulihan sektor pariwisata,” ujarnya, Minggu (16/5).
Target 2 juta wisman saat ini masih dalam proses. Adanya kemudahan syarat masuk dan keluar Batam diharapkan mampu mendorong terwujudnya target wisman tersebut.
Sambil menunggu pemulihan angka kunjungan wisman, mantan Kabag Humas Pemko Batam ini mencoba mendorong wisatawan nusantara (wisnus) datang ke Batam. Wisnus juga menjadi peluang untuk peningkatan wisata.
Dengan adanya event nasional maka tingkat hunian hotel terdongkrak, begitu juga dengan pusat perbelanjaan, kuliner dan lainnya. Optimalisasi kedatangan wisnus ini diharapkan bisa memperlihatkan grafik yang positif selain wisman.
”Kondisi Batam sudah jauh lebih baik dari tahun ke tahun. Hotel dan pusat perbelanjaan juga bertambah. Sektor UMKM bertumbuh cukup pesat, dengan mengadopsi konsep modern dan kekinian. Ini menjadi satu hal perputaran ekonomi berjalan dengan cukup baik,” terang Ardi.
Disinggung mengenai angka kunjungan wisman sejak adanya kemudahan syarat kedatangan, Ardi menyatakan masih menunggu data dari BPS. Sebab untuk angka kunjungan menggunakan satu data yang dirilis BPS. Kendati demikian, ia menyebutkan sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya.
Meskipun belum kembali seperti masa sebelum wabah Covid-19, perlu dukungan semua pihak agar kunjungan wisman kembali seperti dulu. Batam pernah menjadi pe-nyumbang nomor dua untuk wisman di Indonesia.
”Kita semua harus optimis wisata Batam lebih maju ke depannya. Target 5-6 juta wisman ke depan bisa diwujudkan, jika kondisi terus membaik dan didorong pembangunan yang maju,” tutupnya. (*)



