
batampos — Pemerintah Kecamatan Batuaji mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat hujan deras. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembersihan drainase sepanjang 1 kilometer di sejumlah titik rawan genangan.
Selama ini, banjir rutin melanda beberapa kawasan di Batuaji, antara lain Perumahan Harapan Putra Moro, Perumahan Bumi Sarana Indah, Perumahan Senawangi, Perumahan Karina, serta kawasan Tembesi Bengkel. Saat hujan deras, air bahkan dilaporkan dapat mencapai lutut orang dewasa.
Camat Batuaji, Addi Harnus, mengatakan persoalan banjir di wilayahnya sudah berlangsung cukup lama dan menjadi keluhan masyarakat dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Kolaborasi Mayapada–Apollo Perkuat Investasi Kesehatan di KEK Batam
“Titik terparah berada di kawasan Buliang dan Kibing. Salah satu penyebabnya adalah kondisi drainase yang sempit dan kurang terawat,” ujarnya, Kamis (22/1).
Menurut Addi, selain faktor teknis drainase, masih rendahnya kesadaran sebagian warga dalam menjaga kebersihan lingkungan juga memperparah kondisi tersebut. Banyak saluran air tersumbat sampah, terutama di sekitar kawasan permukiman.
“Banyak drainase yang tersumbat karena sampah. Ini bukan hanya soal alat berat, tapi juga kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” katanya.
Sebagai langkah awal, pihak kecamatan berencana menggelar gotong royong massal pada awal Februari mendatang. Pembersihan drainase ditargetkan mencapai panjang sekitar 1 kilometer di titik-titik rawan banjir.
“Kegiatan gotong royong ini sifatnya stimulan, untuk mendorong masyarakat membersihkan drainase di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Baca Juga: Bea Cukai Batam : Seluruh Pemilik Kontainer Limbah B3 Wajib Ajukan Reekspor
Ia berharap, upaya ini dapat menumbuhkan kepedulian warga sekaligus meminimalkan potensi banjir ke depan, terutama saat curah hujan tinggi.
“Kami berharap akses jalan tetap bisa dilalui saat hujan deras dan warga tidak lagi panik menyelamatkan barang-barangnya,” tutup Addi.
Sebelumnya, banjir sempat mengepung kawasan Batuaji pada bulan lalu. Selain merendam permukiman warga, genangan air juga melumpuhkan akses jalan utama. Tercatat sekitar 340 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kejadian tersebut. (*)



