
batampos – Arus lalu lintas di Simpang Basecamp, Batuaji kerap macet pada pagi dan sore hari. Namun, hingga kini belum ada rambu lalu lintas yang berfungsi untuk mengatur arus kendaraan.
Kondisi ini menjadi keluhan utama bagi para pengguna jalan, terutama kaum ibu yang memiliki rutinitas antar-jemput anak ke sekolah. Mereka harus menghadapi kemacetan yang menguras waktu dan tenaga setiap harinya.
“Karena tak ada lampu pengatur lalu lintas, jadi semua pada rebutan,” ujar Yanti, salah satu orang tua yang setiap pagi melintasi kawasan tesebut.
Baca Juga: Walikota Amsakar Dorong Sinkronisasi Pusat dan Daerah, Soroti Keadilan bagi Wilayah Kepulauan
Selain memperlambat perjalanan, kemacetan di simpang ini juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara dan pejalan kaki.
Banyaknya kendaraan yang saling berebut jalan sering kali menimbulkan situasi berbahaya, terutama bagi anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.
“Bahaya bukan ke pengendara saja, tapi ke anak-anak juga yang berjalan kaki,” katanya.
Sementara Kabid Lalu-lintas Dinas Perhubungan Kota Batam, Edward Purba mengatakan aturan rambu di jalan bundaran memang tidak diterapkan.
“Rambu di bundaran itu tidak ada. Karena prinsipnya itu prioritas bagi kendaraan yang di dalam bundaran,” ujarnya.
Baca Juga: Distribusi MBG di Batuampar Hampir Tuntas, Capai 90 Persen
Menurut Edward, antisipasi kemacetan di jalan bundaran harus dari kesadaran para pengendara. Ia meminta pengendara yang akan masuk ke bundaran untuk mengalah.
“Intinya kesadaran pengendaranya. Karena rambu dalam bundaran itu tidak ada,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



