
batampos – Arus mudik Lebaran 2026 mendorong Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau memutar strategi. Di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Batam, rekayasa layanan disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di tengah keterbatasan armada kapal penyeberangan.
Sejak sebulan sebelum Ramadan, BPTD Kepri bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan sejumlah instansi telah menggelar koordinasi intensif.
Kepolisian, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Jasa Raharja, serta dinas perhubungan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dilibatkan dalam persiapan tersebut.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi sejak jauh hari untuk memastikan kelancaran arus mudik,” kata Kepala Seksi Sarana Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan BPTD Kepri, Frans Deddy, Selasa, (17/3).
Baca Juga: 43 Ribu Penumpang Tinggalkan Batam, Arus Mudik Terpantau Lancar
Fokus utama tahun ini, menurut Frans, adalah keselamatan penumpang. BPTD meningkatkan inspeksi keselamatan melalui ramp check terhadap kendaraan umum serta pemeriksaan fisik kapal penyeberangan.
“Langkah ini mengikuti arahan Menteri Perhubungan yang menekankan aspek keselamatan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran,” ujarnya.
Namun, kesiapan armada masih menjadi pekerjaan rumah. Dari 18 kapal yang terdaftar di wilayah Kepulauan Riau, hanya 14 yang dinyatakan laik operasi.
“Empat kapal lainnya belum dapat beroperasi karena kendala teknis dan persoalan internal operator,” ujarnya.
Keterbatasan itu berpotensi memicu kepadatan, terutama pada lintasan-lintasan favorit pemudik. Saat ini, 14 kapal yang tersedia harus melayani sekitar 19 hingga 20 rute penyeberangan di wilayah Kepri.
Untuk menutup kekurangan tersebut, BPTD Kepri meminta operator menyiapkan kapal perbantuan. Salah satu opsi adalah mendatangkan kapal dari Sulawesi, meski armada itu diperkirakan baru tiba setelah Lebaran.
Alternatif lain, BPTD mengoptimalkan kapal Senangin yang saat ini melayani rute Punggur–Dabo–Kuala Tungkal dua kali sepekan.
“Ketika sudah berjalan reguler, kapal itu bisa dialihkan menjadi armada perbantuan untuk rute Punggur–Kuala Tungkal,” ujar Frans.
Baca Juga: Nilai Pencegahan Korupsi Tembus 94,21 Persen, Batam Duduki Posisi 13 Nasional
Perhatian khusus diberikan pada lintasan padat seperti Punggur–Tanjung Uban. Rute ini akan dilayani lima kapal dengan kemungkinan perpanjangan jam operasional secara situasional. Jika antrean masih terjadi hingga tengah malam, layanan penyeberangan akan tetap dibuka.
Sementara itu, lintasan Punggur–Kempang dilayani dua kapal. Adapun rute Punggur–Kuala Tungkal hanya dilayani satu kapal reguler ditambah satu kapal perbantuan—lebih sedikit dibanding kondisi normal yang mencapai tiga armada.
Frans mengakui, keterbatasan kapal terutama untuk lintasan jarak jauh masih menjadi tantangan serius. “Memang masih ada kekurangan. Tapi kami berharap tambahan kapal yang direncanakan bisa membantu mengoptimalkan layanan,” ujarnya.
Dengan berbagai skema rekayasa ini, BPTD Kepri berharap arus mudik di Pelabuhan Punggur tetap terkendali, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran.(*)



