Sabtu, 31 Januari 2026

Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Kesehatan di Pintu Masuk Batam Diperkuat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Virus Nipah, penyakit zoonosis mematikan yang ditularkan dari kelelawar ke manusia dan memiliki tingkat kematian hingga 91 persen. (PINTEREST)

batampos – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Batam meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk wilayah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi risiko kesehatan masyarakat, termasuk kemungkinan masuk dan penyebaran Virus Nipah.

Kepala BBKK Batam Ahmad Hidayat mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan kesiapsiagaan petugas serta memperkuat sistem pengawasan kesehatan, khususnya di pelabuhan internasional yang menjadi titik keluar-masuk penumpang.

“Dalam rangka mengantisipasi potensi risiko kesehatan selama perayaan Imlek, kami menyiapkan langkah pengawasan dan pelayanan kesehatan di pintu masuk wilayah,” ujar Ahmad Hidayat, Sabtu (31/1).

Baca Juga: Virus Nipah Jadi Sorotan Global, Dinkes Batam: Tunggu Arahan Pusat

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembentukan posko pelayanan dan pengawasan Imlek di sejumlah pelabuhan. Posko ini berfungsi sebagai pusat respons cepat terhadap potensi kejadian kesehatan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Selain itu, BBKK Batam meningkatkan pemeriksaan kesehatan penumpang melalui pengukuran suhu tubuh menggunakan thermal scanner sebagai bagian dari deteksi dini penyakit menular.

Pengawasan juga dilakukan melalui pemantauan gejala penyakit menggunakan sistem kewaspadaan dini nasional All Indonesia. Melalui sistem tersebut, petugas menelusuri riwayat perjalanan serta riwayat kesehatan penumpang guna meningkatkan kewaspadaan.

“Pengawasan kesehatan terus kami perkuat sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masuk dan penyebaran Virus Nipah. Kami memastikan petugas siaga dan sistem deteksi dini berjalan optimal,” katanya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan lanjutan, BBKK Batam juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, termasuk dalam penyusunan alur penanganan dan evakuasi penumpang yang terindikasi terpapar serta penetapan rumah sakit rujukan.

Baca Juga: Akhir Pekan, Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center Ramai

“Seluruh prosedur penanganan sudah dipahami bersama agar respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sesuai ketentuan,” jelas Ahmad Hidayat.

Ia menambahkan, BBKK Batam terus meningkatkan pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempersiapkan logistik yang dibutuhkan dalam penanganan potensi kasus.

“Kewaspadaan akan kami tingkatkan secara berkelanjutan untuk mencegah risiko masuk dan penyebaran penyakit, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat pada momentum Imlek,” pungkasnya. (*)

ReporterAzis Maulana

Update