
batampos– Antrean panjang puluhan truk pengangkut sampah kembali terjadi di Jalan Patimura, tepat di depan hingga seberang pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Jumat (21/11). Kondisi ini terjadi sejak pagi hingga sore hari, sehingga butuh waktu ber jam-jam untuk truk bongkar muatan sampah.
Situasi itu terlihat mencolok pengguna jalan protokol dari dan hendak menuju Pelabuhan Telaga Punggur. Truk‐truk berhenti rapat satu sama lain, sesekali hanya bergerak beberapa meter. Para petugas kebersihan tampak turun dari kendaraan, duduk di pinggir jalan menunggu giliran masuk ke area pembuangan.
Salah seorang petugas, Edi, sudah menunggu sejak pagi dan belum bisa membuang sampah setelah empat jam mengantre. “Sudah antre dari pagi tadi. Empat jam lebih belum selesai,” ujarnya sembari duduk santai di luar truk.
BACA JUGA: Pjs Wali Kota Batam: Armada Truk Sampah Baru Segera Tuntas di APBD 2025
Ia menyebut penyebab utama situasi itu adalah terbatasnya alat berat di lokasi. Sehingga truk bermuatan sampah harus antre menunggu giliran.
“Mesin pengeruk di dalam cuma satu. Jadi ya mau tak mau semua harus menunggu,” kata dia.
Menurut Edi, antrean seperti ini sebenarnya terjadi hampir setiap hari. Namun, Jumat ini disebutnya sebagai yang paling parah dalam beberapa pekan terakhir. “Hari ini antrean lama sekali. Biasanya cepat, tapi sekarang tambah parah,” tuturnya.
Keterlambatan itu berdampak langsung pada produktivitas. Biasanya, satu truk bisa mengangkut dua kali dalam sehari. Namun dengan antrean seperti ini, ritme kerja menurun drastis.
“Kadang ini yang membuat kami lambat angkut sampah. Hampir tiap hari begini. Kami ya ikut terhambat,” kata Edi.
Petugas lainnya, yang enggan menyebutkan nama, mengatakan antrean tak hanya di luar, tetapi juga mengular hingga ke dalam area TPA. “Di dalam juga menunggu lama. Kami tak bisa pastikan jam berapa bisa selesai,” ucapnya.
Kondisi itu juga dikeluhkan oleh pengguna jalan. Selain tersendat, mereka harus melintasi jalan berlumpur akibat banyaknya truk sampah yang keluar-masuk kawasan tersebut. “Jalan licin sekali, terutama bagi pengendara motor. Membahayakan,” ujar Alfi, salah seorang pengendara yang melintas.
Sejumlah warga berharap Pemko Batam dan pengelola TPA meningkatkan fasilitas dan jumlah alat berat agar proses pembuangan lebih cepat, sehingga antrean truk tidak lagi mengganggu aktivitas harian di kawasan tersebut. (*)
Reporter: Yashinta



